1,4 Juta Warga Medan Ogah Mencoblos di Pilkada Serentak

339

MEDAN, EDISIMEDAN – Partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak di Kota Medan terjun bebas. Berdasarkan data rekapitulasi C1 KPU, sebanyak 1.476.744 pemilih ogah datang ke TPS untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Medan.

Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilkada Medan 2015 mencapai 1,961.471 orang dengan DPT laki-laki 937.651 orang dan perempuan 963,528 orang.

Dari total DPT 1,961,471 itu, hanya 527,206 pemilih yang berpartisipasi menggunakan hak suaranya. Rinciannya, suara sah 481,288 dan suara tidak sah 25,265 suara.

Data ini merupakan hasil rekapitulasi suara berdasarkan formulir Model C1 yang telah ditetapkan oleh KPPS yang tercatat secara online di website kpu.go.id pada hari Sabtu (12/12/2015).

Rekapitulasi data C1 Pilkada Kota Medan yang diunggah di situs pilkada2015.kpu.go.id sudah mencapai 100 persen atau dari total 3.024 TPS.

Dari hasil tersebut, pasangan calon walikota dan wakil walikota Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menang telak dengan perolehan 346,308 suara atau 71,68 persen. Sedangkan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma mendapat 136,817 suara (28,32 persen).

BACA JUGA
Golput di Medan Capai 80 Persen, KPU Bilang Korupsi Gatot Biang Keroknya

Ketua Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara Syafrida Rahmawati Rasahan mengakui, jumlah pemilih dalam pilkada di Kota Medan sangat rendah.

Syafrida menduga rendahnya partisipasi pemilih akibat beberapa faktor seperti kemungkinan kedua pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Medan yang kurang “layak jual” di tengah masyarakat. Dengan kurang mengena ke hati masyarakat, warga enggan atau malas pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Rendahnya suara pemilih juga bisa jadi karena kurang sosialisasi. Yah bisa karena KPU-nya atau TS (tim sukses)-nya kurang menyosialisasikan,” katanya usai teleconference soal pilkada di Sumut yang dilakukan Pelaksana Tugas Gubernur Sumut HT Erry Nuradi dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

Ia mengakui sangat disayangkannya partisipasi yang rendah itu karena alokasi dana untuk pilkada di Kota Medan juga cukup besar yakni sekitar Rp60 miliar.

“Dana Pilkada Medan cukup besar. Jadi memang benar-benar sayang kalau memang nantinya benar-benar terbukti partisipasi hanya 30-an persen,” katanya.

Hal senada diakui Tengku Erry Nuradi. Menurutnya, partisipasi pemilih di Kota Medan jauh dari target 77 persen.

“Memang harus dicari tahu penyebabnya karena pilkada dibuat sebagai hari libur,” katanya. [ded]

Apa Tanggapan Anda?