Home / POLITIK / 2 Jemaah Meninggal dalam Musibah Crane Masuk DPT Pilkada Medan

2 Jemaah Meninggal dalam Musibah Crane Masuk DPT Pilkada Medan


Painam terdaftar di TPS 29 dengan nomor urut 232. Sementara Saparini terdaftar di TPS 28 dengan nomor urut 353. Keduanya merupakan penduduk Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

MEDAN| Kisruh penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Medan memasuki babak baru. Pasalnya, dua jemaah haji asal Medan yang meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Arab Saudi, masih terdaftar dalam DPT Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Diketahui, musibah rubuhnya crane di Masjidil Haram, Mekah terjadi  Jumat (11/9/2015) malam sekitar pukul 23.00 Waktu Indonesia. Sebanyak 4  jamaah haji asal Sumut dilaporkan meninggal dunia dan 4 lainnya mengalami luka serius. Dua jemaah diantaranya merupakan warga Medan.

Dua jemaah tersebut adalah, Painam binti Dalio Abdullah, beralamat, Jalan Mangaan 5, Lingkungan 13, Gg Sedap Malam No 58, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dan Saparini, binti Baharuddin Abdullah, dengan alamat Jalan Mangaan 5, Lingkungan 13, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Baca Juga:  1,4 Juta Warga Medan Ogah Mencoblos di Pilkada Serentak

Meski sudah dinyatakan meninggal dunia dalam musibah crane jatuh, namun keduanya masih masuk DPT Pilkada Medan yang digelar 9 Desember mendatang.

Panitia Pengawas Kecamatan Medan Deli, mengakui masuknya dua nama korban musibah crane jatuh tersebut dalam DPT Pilkada Medan.

“Painam dengan nomor KTP 1271065107580001, terdaftar di TPS 29 dengan nomor urut 232. Sementara Saparini No KTP
12710671126500028, terdaftar di TPS 28 dengan nomor urut 353. Keduanya merupakan penduduk Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli,” kata Komisioner Divisi Penindakan Panwascam Medan Deli, Muhammad Fadly S.Sos

Menurut Fadly, pihaknya sudah pernah mengusulkan kedua nama tersebut untuk tidak dimasukkan dalam DPT. Namun hal tersebut tidak pernah diakomodir PPK. “Masukan Panwas Kecamatan tidak pernah diakomodir dalam pleno DPT tingkat PPK. Padahal data-data tersebut sudah dipegang PPL Panwas Kecamatan,” ujar Fadly kepada edisimedan.com, Kamis (15/10/2015).

Baca Juga:  Eldin Ditaksir PDIP, Sastra Bagaimana?

Bahkan, ujar Fadly, pihak PPS tidak pernah menggelar pleno penentuan DPT di daerah tersebut. “Kami hanya disodori berita acara saja. Jadi, Panwascam menolak tandatangani berita acara itu,” tegasnya.

Atas temuan ini, pihak Panwascam Medan Deli akan melakukan koordinasi dengan Panwas Kota Medan untuk membahas langkah selanjutnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up