Home / NEWS / Dul Ahmad Dhani Divonis Bebas, Ini Alasan Hakim

Dul Ahmad Dhani Divonis Bebas, Ini Alasan Hakim


JAKARTA| Terdakwa kecelakaan maut AQJ alias Dul, divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk kemudian dikembalikan kepada orangtuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty,

Putusan tersebut bertolakbelakang atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut personel Lucky Laki ini satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun serta denda Rp 5 juta subsider tiga bulan kerja sosial.

Seperti dikutip dari liputan6.com, sedikitnya ada tujuh hal yang menjadi pertimbangan dari hakim mengapa membebaskan terdakwa.

“Yang pertama terdakwa masih usia 13 tahun, bukan anak nakal. Dia hanya kurang perhatian, kasih sayang, dan pengawasan orangtua,” ujar Petriyanti selaku hakim ketua di ruang sidang anak, Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (16/7/2014).

Baca Juga:  Dul Ahmad Dhani Divonis Bebas, Ini Alasan Hakim

Kemudian, hakim menilai pihak keluarga terdakwa dan korban telah mencapai kata sepakat untuk berdamai. Kedua orangtua Dul juga berjanji akan lebih mengawasi dan memperhatikan bocah 13 tahun tersebut.

“Dari pengamatan majelis hakim selama persidangan, terdakwa merupakan anak yang sopan dan punya budi pekerti baik. Hanya saja dia kurang perhatian orangtuanya. Namun, terdakwa dapat dibina, karena jika dengan pidana bersyarat sekalipun dapat memberikan stigma negatif kepada anak di masa mendatang,” kata hakim.

“Apalagi, pihak korban dan keluarga terdakwa sudah berdamai. Orangtua terdakwa juga berjanji akan membiayai anak-anak korban hingga jenjang perkuliahan,” sambungnya.

Baca Juga:  Tebang Sawit Milik Ketua Partai di Tapsel, Kakek Renta Jadi Terdakwa

Dalam pembacaan vonis tersebut Dul didampingi oleh kedua orangtuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Kedua kakak Dul, Al dan El beserta keluarganya juga ikut menyaksikan persidangan Dul.

Sidang ini merupakan kelanjutan atas kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi Km 8+200 September 2013 lalu. Kejadian itu menewaskan tujuh orang. Akibatnya, Dul dijerat dengan pasal 310 ayat (2), (3), dan (4) UU Lalu Lintas dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU menuntut Dul kurungan penjara satu tahun dengan dua tahun masa percobaan. Namun pada akhirnya, pengadilan mengambil keputusan untuk mengembalikan Dul kepada orangtuanya. [ray]

Terkait


Berita Terbaru