Home / SUMUT / Perayaan HUT RI ke 69, Kota Rantauprapat Dihiasi Sampah

Perayaan HUT RI ke 69, Kota Rantauprapat Dihiasi Sampah


LABUHANBATU | Sampah menghiasi wajah kota Rantauprapat pasca perayaan HUT RI ke 69, Minggu (17/8/2014).Serakan sampah terlihat di sejumlah titik di inti jalan kota Rantauprapat. Produksi sampah oleh warga yang menyaksikan resepsi perayaan kemerdekaan RI itu diperkirakan sampai empat ton. "Ditaksir mencapai 4 ton," ungkap Kamal Ilham, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu.Untuk membersihkan sampah yang berserakan tersebut, pihaknya aku Kamal mengerahkan sebanyak 35 orang petugas kebersihan. "Kita kerahkan sejumlah petugas untuk mengatasi sampah-sampah berserakan di jalanan kota Rantauprapat," imbuhnya.Serakan sampah yang terlihat, misalnya di sepanjang komplek lapangan Ika Bina, kawasan jalan HM Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Binaraga serta sejumlah ruas jalan lainnya. "Sampah cenderung di jalan yang berlokasi sebagai pusat perayaan HUT RI," jelasnya.Pantauan di lokasi, jenis sampah yang dominan berserakan dan terlihat menjadi objek pembersihan para petugas adalah plastik bekas air mineral, plastik pembungkus makanan ringan, tungkul sisa jagung rebus dan lainnya. "Yah, sampah organik dan non organik" ujarnya.Menurut dia, lonjakan angka produksi sampah di Kota Rantauprapat itu simbol ramainya antusias warga Rantauprapat dan masyarakat Labuhanbatu menyaksikan langsung perayaan kemerdekaan RI yang juga dihiasi defile dan pawai puluhan kenderaan hias.Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu Elya Rosa Siregar mengaku simpatik melihat gesitnya petugas kebersihan mengatasi sampah-sampah yang berserakan. Alhasil, kata dia, kebersihan kota tetap dapat terjaga. "Saya apresiasi perhatian dinas terkait dalam mengatasi sampah pasca perayaan HUT RI di Rantauprapat," ujarnya. [jar]Menurut dia, antusiasnya warga menyaksikan perayaan HUT RI dan pawai kenderaan hias itu, dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir momen 17 Agustus bersamaan jatuh pada bulan puasa Ramadhan. "Jadi warga rindu dengan kemeriahan perayaan 17-an," tandasnya.

LABUHANBATU | Sampah menghiasi wajah kota Rantauprapat pasca perayaan HUT RI ke 69, Minggu (17/8/2014).

Serakan sampah terlihat di sejumlah titik di inti jalan kota Rantauprapat. Produksi sampah oleh warga yang menyaksikan resepsi perayaan kemerdekaan RI itu diperkirakan sampai empat ton. “Ditaksir mencapai 4 ton,” ungkap Kamal Ilham, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Labuhanbatu.

Untuk membersihkan sampah yang berserakan tersebut, pihaknya aku Kamal mengerahkan sebanyak 35 orang petugas kebersihan. “Kita kerahkan sejumlah petugas untuk mengatasi sampah-sampah berserakan di jalanan kota Rantauprapat,” imbuhnya.

Serakan sampah yang terlihat, misalnya di sepanjang komplek lapangan Ika Bina, kawasan jalan HM Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Binaraga serta sejumlah ruas jalan lainnya. “Sampah cenderung di jalan yang berlokasi sebagai pusat perayaan HUT RI,” jelasnya.

Baca Juga:  Masjid Agung Difungsikan Mulai Bulan Ramadhan

Pantauan di lokasi, jenis sampah yang dominan berserakan dan terlihat menjadi objek pembersihan para petugas adalah plastik bekas air mineral, plastik pembungkus makanan ringan, tungkul sisa jagung rebus dan lainnya. “Yah, sampah organik dan non organik” ujarnya.

Menurut dia, lonjakan angka produksi sampah di Kota Rantauprapat itu simbol ramainya antusias warga Rantauprapat dan masyarakat Labuhanbatu menyaksikan langsung perayaan kemerdekaan RI yang juga dihiasi defile dan pawai puluhan kenderaan hias.

Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu Elya Rosa Siregar mengaku simpatik melihat gesitnya petugas kebersihan mengatasi sampah-sampah yang berserakan. Alhasil, kata dia, kebersihan kota tetap dapat terjaga. “Saya apresiasi perhatian dinas terkait dalam mengatasi sampah pasca perayaan HUT RI di Rantauprapat,” ujarnya. [jar]

Baca Juga:  Kasus HIV/AIDSĀ  di Sumut Terus Meningkat, Pria 3M Banyak Terpapar

Menurut dia, antusiasnya warga menyaksikan perayaan HUT RI dan pawai kenderaan hias itu, dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir momen 17 Agustus bersamaan jatuh pada bulan puasa Ramadhan. “Jadi warga rindu dengan kemeriahan perayaan 17-an,” tandasnya.

Terkait


Berita Terbaru