Home / SUMUT / Penderes Getah Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Penderes Getah Ditemukan Tewas di Kebun Karet


LABUHANBATU | Buruh Tani penderes getah, Firman Harefa (31), warga Desa Gunung Sormin, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara ini ditemukan tewas bersimbah darah di areal kebun karet di Dusun Pondok Indomie, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Senin (03/11/2014) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. penderes Informasi diperoleh, jenazah itu pertama kali ditemukan adik iparnya Ucok Indaton (28) warga Dusun Pondok Indomie. Saat itu, Ucok yang melintas tanpa sengaja melihat sandal korban terletak di pinggiran kebun karet. Karena penasaran, Ucok pun menyisiri kebun karet tersebut. "Dan saat itulah, aku terkejut karena melihat mayat abang iparku tergelatak dibawah pokok karet," ungkap Ucok saat ditemui wartawan. Saat ditemukan, Ucok pun mengaku mendapati jenazah korban dalam posisi telentang dengan sejumlah luka tikam diperutnya. "Setelah kulihat, akupun langsung lari mengabarkan kepada kepala dusun kami," ucapnya.Mendapat informasi itu, Kepala Dusun Pondok Indomie, Arofau, langsung melaporkan penemuan mayat tersebut kepada polisi yang langsung melakukan identifikasi dan mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD Rantauprapat. "Jenazahnya dibawa polisi pakai ambulan," sebut Ucok.Sementara korban Firman Harefa diketahui baru tiba di Dusun Pondok Indomie pada Minggu (02/11/2014) malam. Tujuannya, untuk berkunjung ke rumah mertuanya yang tinggal di dusun itu. "Ya, dia datang naik kereta, sampai rumah sekitar jam tujuh malam," ujar Yosefo (51), mertua korban.Setelah hampir satu jam berada dirumah mertuanya, kata Yosefo, Firman pun keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam miliknya. "Katanya sama kami mau main-main, gak tahu kemana," ungkapnya.Saat itu, lanjut Yosefo, Firman pun tak kunjung pulang. Hingga akhirnya, Yosefo dan keluarganya mendapat kabar kalau menantunya itu telah tewas di kebun karet. "Pagi-pagi kami dapat kabar, rupanya benar kalau mayat itu menantuku," ujarnya.Yosefa pun mengaku tak mengetahui pasti siapa dan apa motif pembunuhan menantunya itu. "Gak tahu kita siapa dan mengapa bisa seperti ini, tapi yang kita lihat, kereta korban hilang, gak ada dilokasi kejadian," tambahnya.Sementara Kanit Resum Polres Labuhanbatu Ipda M Ilham Lubis yang dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia juga membenarkan jika korban tewas secara tidak wajar dengan sejumlah luka tusuk diperutnya. "Dan jenazahnya sudah divisum di rumah sakit," ucapnya melalui seluler.Sementara ketika ditanya apakah ayah tiga anak tersebut merupakan korban perampokan, Ilham mengaku belum dapat memastikan. "Belum tentu, karena bisa saja ada motif dendam. Tapi masih kita selidiki, mudah-mudahan cepat terungkap," tandasnya. [nr/jar]

LABUHANBATU | Buruh Tani penderes getah, Firman Harefa (31), warga Desa Gunung Sormin, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara ini ditemukan tewas bersimbah darah di areal kebun karet di Dusun Pondok Indomie, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Senin (03/11/2014) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

 

penderes
Informasi diperoleh, jenazah itu pertama kali ditemukan adik iparnya Ucok Indaton (28) warga Dusun Pondok Indomie. Saat itu, Ucok yang melintas tanpa sengaja melihat sandal korban terletak di pinggiran kebun karet. Karena penasaran, Ucok pun menyisiri kebun karet tersebut. “Dan saat itulah, aku terkejut karena melihat mayat abang iparku tergelatak dibawah pokok karet,” ungkap Ucok saat ditemui wartawan.
Saat ditemukan, Ucok pun mengaku mendapati jenazah korban dalam posisi telentang dengan sejumlah luka tikam diperutnya. “Setelah kulihat, akupun langsung lari mengabarkan kepada kepala dusun kami,” ucapnya.

Baca Juga:  Polisi Lalai, Tahanan Polres Labuhanbatu Kabur dari RSUD Rantauprapat

Mendapat informasi itu, Kepala Dusun Pondok Indomie, Arofau, langsung melaporkan penemuan mayat tersebut kepada polisi yang langsung melakukan identifikasi dan mengevakuasi jenazah korban ke kamar jenazah RSUD Rantauprapat. “Jenazahnya dibawa polisi pakai ambulan,” sebut Ucok.

Sementara korban Firman Harefa diketahui baru tiba di Dusun Pondok Indomie pada Minggu (02/11/2014) malam. Tujuannya, untuk berkunjung ke rumah mertuanya yang tinggal di dusun itu. “Ya, dia datang naik kereta, sampai rumah sekitar jam tujuh malam,” ujar Yosefo (51), mertua korban.

Setelah hampir satu jam berada dirumah mertuanya, kata Yosefo, Firman pun keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam miliknya. “Katanya sama kami mau main-main, gak tahu kemana,” ungkapnya.

Baca Juga:  GRANAT Labuhanbatu Minta Kemenkum HAM Sidak Lapas dan Rutan

Saat itu, lanjut Yosefo, Firman pun tak kunjung pulang. Hingga akhirnya, Yosefo dan keluarganya mendapat kabar kalau menantunya itu telah tewas di kebun karet. “Pagi-pagi kami dapat kabar, rupanya benar kalau mayat itu menantuku,” ujarnya.

Yosefa pun mengaku tak mengetahui pasti siapa dan apa motif pembunuhan menantunya itu. “Gak tahu kita siapa dan mengapa bisa seperti ini, tapi yang kita lihat, kereta korban hilang, gak ada dilokasi kejadian,” tambahnya.

Sementara Kanit Resum Polres Labuhanbatu Ipda M Ilham Lubis yang dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia juga membenarkan jika korban tewas secara tidak wajar dengan sejumlah luka tusuk diperutnya. “Dan jenazahnya sudah divisum di rumah sakit,” ucapnya melalui seluler.

Baca Juga:  Musa Rajekshah : Kesejahteraan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama

Sementara ketika ditanya apakah ayah tiga anak tersebut merupakan korban perampokan, Ilham mengaku belum dapat memastikan. “Belum tentu, karena bisa saja ada motif dendam. Tapi masih kita selidiki, mudah-mudahan cepat terungkap,” tandasnya. [nr/jar]

Terkait


Berita Terbaru