Home / SUMUT / Henry John Hutagalung : Tugas Guru Tidak Hanya Mengajar

Henry John Hutagalung : Tugas Guru Tidak Hanya Mengajar


Henry John Hutagalung pada acara Hari Guru di Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan
Henry John Hutagalung pada acara Hari Guru di Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan
Henry John Hutagalung pada acara Hari Guru di Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan

Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan. Guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia. Mewakili seluruh bangsa hadir di kelas, di lapangan, bahkan sebagian harus mengabdi dengan fasilitas ala kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita. Saya ingin menggarisbawahi bahwa persiapan masa depan bangsa dan negara Indonesia ini dititipkan pada sosok Guru.

Demikian pidato tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang dibacakan Ketua DPRD Medan Henry John Hutagalung pada acara peringatan Hari Guru di sekolah Nanyang Zhi Hui Medan, Selasa (25/11) kemarin. Henry John bertindak sebagai pembina upacara.

“Guru memiliki peran yang amat mulia dan amat strategis. Saya percaya bahwa cara kita memperlakukan guru hari ini adalah cermin cara kita memperlakukan persiapan masa depan bangsa ini. Kita harus mengubah diri, kita harus meninggikan dan memuliakan guru. Pemerintah di semua level harus menempatkan guru dengan sebaik-baiknya dan menunaikan secara tuntas semua kewajibannya bagi guru,” kata Anies Baswedan yang dibacakan Ketua DPRD Medan.

Baca Juga:  Caleg Husni Siap Jalankan Amanah Rakyat

Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk kita dapat memajukan bangsa. Potensi besar di Republik ini akan dapat dikembangkan jika manusianya terkembangkan dan terbangunkan. Kualitas manusia adalah hulunya kemajuan dan pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia.

Secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Dalam sambutan tertulisnya, Mendikbud Anies Baswedan mengajak semua kalangan terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah, balai belajar, dan taman belajar. Potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan.

Baca Juga:  Dua Agen Asuransi di Nias Utara Bobol Uang Nasabah Ratusan Juta Rupiah, Begini Modusnya

“Karakter memang tidak cukup diajarkan melalui lisan dan tulisan. Karakter diajarkan melalui teladan. Oleh karena itu, Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan, jadilah figur-figur yang diteladani oleh murid-murid dan lingkungannya,” tegasnya.

Dalam perbincangan khusus dengan Henry John Hutagalung menegaskan bahwa sekolah saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam membina anak-anak, karena merekalah yang akan menjadi penerus perjuangan bangsa ini ke depan.

“Kita selaku wakil rakyat akan fokus dalam pengawasan dan pengembangan dunia pendidikan di kota Medan. Saya sendiri sudah membuat program untuk mengunjungi sekolah-sekolah negeri dan swasta di kota Medan. Paling tidak dengan kunjungan itu, kita bisa menampung aspirasi para guru dan murid. Termasuk juga aspirasi masyarakat dalam upaya membenahi pendidikan,” kata Henry John Hutagalung.

Baca Juga:  Inginkan Petani dan Nelayan Maju dan Sejahtera, Wagub Musa Rajekshah Minta KTNA Beri Pendampingan

Tugas guru pun sesungguhnya tidak hanya mengajar, tapi juga mengawal perkembangan anak termasuk dalam menggali potensi anak yang tersembunyi. Karena, saat ini anak-anak kita memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hanya saja anak-anak sekarang sulit untuk fokus dan mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Ini menjadi tugas guru yang paling berat sekaligus mulia.

Henry John Hutagalung, SE,SH didampingi Ketua Yayasan Nanyang Zhi Hui Anil Kumar dan Kepala Sekolah Ir. Lindawaty Roesli,M.Pd menekankan pentingnya pendidikan karakter.

Selesai upacara, anak-anak Nanyang Zhi Hui menunjukkan kemampuan mereka dalam menari, bernyanyi dan menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang seni. Semua guru menjadi penonton, sementara siswa SMA dan SMP bertugas mengajari adik-adik mereka di TK dan SD untuk menunjukkan kemampuannya menari dan bernyanyi. jpp

 

Terkait


Berita Terbaru