Home / SUMUT / Tapanuli Tengah Dianugerahi Sejuta Pesona Wisata Religi

Tapanuli Tengah Dianugerahi Sejuta Pesona Wisata Religi


BARUS | Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, mendorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengembangkan potensi wisata di daerahnya.

Imbauan tersebut disampaikan Wagub Tengku Erry Nuradi bersama Plt Bupati Tapteng Syukran J Tanjung dan rombongan, saat mengunjungi objek wisata religi, Makam Mahligai di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus, Tapteng, Rabu (18/3/2015).

Bersama isteri, Evi Diana Erry, Wagub Sumut menyempatkan diri berjiarah dan mengamati kondisi tumpukan kuburan tua yang terhampar di areal lebih kurang 3 hektar tersebut. [Baca: Mengenal Wisata Religi Makam Mahligai di Barus]

Erry juga mengatakan, Tapteng memiliki prasasti Batu Ping di Kecamatan Andam Dewi. Batu Ping merupakan prasasti peringatan perjuangan ALRI Sektor S, Pangkalan Sumatera Utara, Sub Terr VIII Komando Sumatera pada tahun 1945-1949. Prasasti ini diresmikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Muhamad Arifin pada 25 April 1991.

Baca Juga:  Ini Hasil Rekapitulasi Pilgub Sumut

Sejarah perjuangan di Tapteng juga ditandai dengan Tugu Perjuangan Perang Gerilya di Kecamatan Situhuis, Tapteng. Tugu ini diresmikan Menko Polkam RI Jend TNI M Panggabean, merupakan simbol perjuangan masyarakat Tapteng dalam merebut kemerdekaan.

Banyak prasasti lain yang menjadi simbol sejarah perjuangan, seperti Prasasti Sejarah Batu Lobang di Kecamatan Sitahuis, Monumen Perjuangan Oswald Siahaan di Kecamatan Tapian Nauli, serta makan Raja Sasi Hutagalung Saritaon Panggabean gelar Tuang Engal di Kecamatan Sitahuis yang berhubungan dengan adat dan kebudayaan.

“Makam dan situs sejarah masuknya agama Islam ke Indonesia ini sangat berpotensi menjadi objek wisata religi. Jiarah ke makam bersejarah dapat meningkatkan ketaqwaan. Begitu juga dengan prasasti dan tugu perjuangan. Keberadaannya menjadi simbol perjuangan yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang,” sebut Erry dalam keterangan pers yang diterima EdisiMedan.Com, Kamis (19/3/2015).

Baca Juga:  Perum Bulog Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Tapanuli Utara

Erry menegaskan, keberadaan makam dan situs bersejarah di Tapteng harus mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Tapteng, karena potensial mendatangkan wisatawan, arkeolog, sejarawan serta pelajar baik lokal, nasional maupun internasional.

“Pengembangan wilayah jangan sampai merusak situs yang ada. Untuk itu, Pemkab Tapteng harus memperhatikan pengelolaan tata ruang secara konfrehensif. Tidak mengizinkan pembangunan yang melanggar master plan yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah,” saran Erry. [rez]

Terkait


Berita Terbaru