Home / BISNIS / Coca-Cola Kembali Berinvestasi Senilai 6,5 Triliun di RI

Coca-Cola Kembali Berinvestasi Senilai 6,5 Triliun di RI


MEDAN| Coca-Cola Amatil (CCA) dan The Coca-Cola Company (TCCC) meresmikan dua lini produksi baru yang berlokasi di Pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Cikedokan, Bekasi, Jawa Barat.

Hal ini menandai langkah awal dari sekian banyak investasi yang akan dilakukan di Indonesia, terkait dengan investasi senilai 500 juta dolar AS atau setara dengan Rp 6,5 Triliun untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya di pasar Indonesia dalam tiga hingga empat tahun kedepan.

Investasi baru ini akan menambah total nilai investasi The Coca-Cola System di Indonesia yang telah mencapai 1,2 miliar dolar AS selama 25 tahun terakhir.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan dan merupakan salah satu motor pertumbuhan untuk meraih visi jangka panjang kami,” kata Chairman and CEO, The Coca-Cola Company, Muhtar Kent dalam siaran persnya kepada edisimedan.com, Senin (6/4/2015).

Investasi bernilai 500 juta dolar AS ini menegaskan kembali keyakinan Coca-cola pada Indonesia dan akan membantu menangkap peluang untuk terus berkembang di salah satu negara terbesar dan paling dinamis di dunia, dan di saat yang sama memosisikan diri untuk lebih responsif terhadap kebutuhan konsumen dan para mitra bisnis.

Baca Juga:  Kunjungi Samera Expo 2020, Menkumham Yasonna Laoly Apresiasi Adi Ming E

“Kami percaya bahwa dengan menciptakan lapangan pekerjaan serta mengupayakan penyerapan tenaga kerja lokal, kami dapat turut mendorong perekonomian serta berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia,” ujar Muhtar Kent.

Pada bulan Oktober yang lalu, The Coca-Cola Company mengumumkan rencana investasi senilai 500 juta Dolar AS pada anak perusahaan Coca-Cola Amatil di Indonesia, dengan kompensasi berupa kepemilikan saham sebesar 29,4%. Adanya penambahan dana investasi kepada CCAI ini adalahuntuk mendukung akselerasi perluasan sistem produksi, penyimpanan(warehousing) dan infrastruktur untuk pengadaan minuman dingin.

Investasi ini akan menciptakan efek berlipat-ganda terhadap tenaga kerja lokal, meningkatkan penyerapan tenaga kerja oleh TheCoca-Cola System, baik secara langsung maupun tidak langsung dari perkiraan 60.000 hingga 135.000 orang dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Baca Juga:  Sekilas Tentang Martabe, Tambang Emas Kelas Dunia di Tapsel

Investasi ini akan direalisasikan setelah semua persyaratan berdasarkan peraturan Indonesia terlengkapi.

Dalam tiga tahun terakhir, CCAI telahmeresmikan 18 lini produksi baru, menempatkan 150.000 lemari pendingin, serta  membangun tiga pusat distribusi raksasa untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lokal dengan total nilai investasi lebih dari 300 juta dolar AS.

“Dua lini produksi baru yang diresmikan hari ini merupakan contoh yang sangat baik untuk menggambarkan bagaimana tambahan investasi sebesar 500 juta dollar AS tersebut akan dialokasikan. Coca-Cola Amatil berkomitmen untuk terus membangun masa depan bersama dengan para mitra, pelanggan dan konsumen kami di Indonesia. Kesepakatan joint venture yang akan kami laksanakan merupakan langkah penting dalam percepatan upaya kami untuk menciptakan masa depan yang kuat untuk bisnis dan komunitas di wilayah tempat kami beroperasi,” ujar Group Chairman CCA, David Gonski.

Baca Juga:  BSI Siap Menyalurkan KPR FLPP Tahun 2022

Sejak kini hingga 2020, nilai ritel dari total kategori minuman siap saji non-alkohol secara global diprediksi meningkat hingga 300 miliar dollar AS, dan Indonesia mewakili salah satu segmen dengan pertumbuhan terpesat dalam peluang global ini.

Dengan populasi lebih dari 240 juta orang, Indonesia menjadi negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki tingkat pertumbuhan di kelas menengah, dengan tingkat konsumsi minuman siap minum non-alkohol yang masih terus berkembang.

The Coca-Cola System telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 88 tahun. Saat ini, The Coca-Cola System telah memasarkan 16 merek, mengoperasikan 10 pabrik pembotolan di seluruh Indonesia, memekerjakan secara langsung lebih dari 12.000 masyarakat Indonesia, dengan lebih dari 200 pusat penjualan dan distribusi,serta melayani langsung lebih dari 520.000 outlet ritel besar dan kecil setiap minggunya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru