Home / BISNIS / DPLK Manulife Cover Pesangon Ribuan Karyawan 13 Perusahaan di Sumut

DPLK Manulife Cover Pesangon Ribuan Karyawan 13 Perusahaan di Sumut


KERJASAMA. Vice Presiden Employee Benefits Distribution, Karjadi Pranoto (paling kiri), usai melakukan penandatanganan simbolik Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia kepada 13 perusahaan yang berada di Medan.Ke-13 perusahaan itu diwakili CEO PT Herfinta Farm & Plantation, Sharifah Norlia Al-Aidid (tengah) dan Sayed Ismed mewakili Human Resource HR Mopoli Raya Group (paling kanan) foto bersama Nurul Atika, Financial Planner Manulife Medan dan Emma Gunawan, Sales Director Divisi Medan. [Foto: Hendra MB]

MEDAN| Sedikitnya 3.700 karyawan di Sumatera Utara disertakan dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia. Ini ditandai dengan penandatanganan simbolik pengelolaan program pesangon dengan 13 perusahaan di Medan pada Kamis (9/4/2015) di Hotel Santika.

Ke-13 perusahaan itu yakni, PT Herfinta Farm & Plantation, PT Mopoli Raya, PT Mazdah, PT Sumber Asih, PT Parapen serta PT Puga Raya.

Selain itu juga dengan PT Suleiman Saleh, PT Teunggolan Raya, PT Gading Bhakti, PT Aloer Timur, PT Dharma Agung, PT Surya Mata IE dan PT Watugede Utama.

Acara penandatanganan secara simbolik ini dilakukan Vice Presiden Employee Benefits Distribution, Karjadi Pranoto serta perwakilan dari 13 perusahaan, CEO PT Herfinta Farm & Plantation, Sharifah Norlia Al-Aidid dan Sayed Ismed mewakili Human Resource HR Mopoli Raya Group.

Baca Juga:  Taiwan Exellence, Pameran Produk Taiwan Terkini di Center Point Medan

“Kerjasama ini menunjukkan komitmen pelaku usaha di Medan dan Sumatera Utara dalam menyiapkan pencadangan dana pesangon bagi karyawannya. Ini sangat penting untuk mendukung penciptaan iklim usaha agar terus bertumbuh seiring pertumbuhan industri di wilayah ini,” kata Vice Presiden Employee Benefits Distribution Karjadi Pranoto di sela acara penandatanganan.

Perwakilan PT Herfinta Farm & Plantation menilai, perusahaannya selalu berusaha memberikan solusi program kesejahteraan karyawan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan setiap perusahaan. Herfinta sendiri mengikutkan sekitar 700-an karyawannya untuk program (DPLK) dari Manulife Indonesia.

“PT Herfinta memiliki komitmen yang besar dalam menyiapkan masa depan karyawan di saat tidak bekerja lagi. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, kami sangat membutuhkan program untuk kompensasi pesangon karyawan kami,” ujar Sharifah Norlia Al-Aidid.

Baca Juga:  10 Ribu Ton Beras Impor Bakal Masuk Sumut

Senada dikatakan PT Mopoli Raya Group. Menurut Sayed Ismed, program pesangon ini akan memberi manfaat langsung bagi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tersebut. Karena itu, PT Mopoli Raya Group menyertakan hampir seluruh tenaga kerjanya, atau sekitar 3.000-an karyawan dalam program pensiun dari DPLK Manulife.

“Ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam menyiapkan program kesejahteraan karyawan yang memadai sehingga produktivitas perusahaan kami bisa terus meningkat dari tahun ke tahun,” tutur Sayed Ismed.

Diketahui, DPLK Manulife Indonesia fokus dalam memberikan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya program kesejahteraan karyawan, baik program DPLK, Program DPLK untuk kompensasi pesangon dan program life & Health. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan banyak perusahaan dalam menyiapkan perlindungan kesehatan karyawan dan masa pensiunnya.

Baca Juga:  Acer Kembali Gelar Asia Pasific Predator League 2020

“Seiring perkembangan bisnis dan pendapatan per kapita di wilayah Medan dan Sumatera Utara, program employee benefits memiliki potensi pasar yang sangat besar. Untuk membantu banyak perusahaan dalam menjalankan regulasi dan memenuhi kebutuhan karyawan,
Manulife Indonesia telah menyiapkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan perushaaan, terutama untuk program pensiun, pesangon, maupun asuransi kesehatan kumpulan,” ujar Karjadi Pranoto.

Sebagai pelopor dalam bisnis program pension dan pesangon sejak tahun 1994, DPLK Manulife Indonesia saat ini melayani lebih dari 6.000 perusahaan dengan lebih dari 900.000 karyawan peserta. DPLK Manulife Indonesia sendiri mengelola asset lebih dari Rp 8,27 Triliun per Desember 2014. [ded]

Terkait


Berita Terbaru