Home / SUMUT / Pemprovsu Gencarkan Gerakan Selamatkan Sei Deli

Pemprovsu Gencarkan Gerakan Selamatkan Sei Deli


MEDAN| Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, mengajak seluruh warga Sumatera Utara, Khususnya Warga Kecamatan Medan Marelan yang tinggal di Sekitar Sungai Deli peduli akan lingkungannya dengan gerakan penyelamatan sungai Deli dari pencemaran lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Gubsu dalam silaturahim dengan masyarakat Rengas Pulau kecamatan Medan Marelan sekaligus dirangkai dengan gerakan penyelamatan sungai Deli yang digelar Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara di tepi Sungai Deli, Regas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (10/4/2015).

Hadir dalam kesempatan Itu mewakili Walikota Medan Asisten Sosial Pemko Medan Erwin Lubis, Camat Medan Marelan Parlindungan Ssos dan seluruh masyarakat Rengas Pulau yang tinggal disekitar Sungai Deli.

Gubsu mengatakan, kondisi sungai Deli saat ini memang tidak seindah dahulu yang indah dan bersih. Dan memang, kondisi itu karena ulah tangan manusia.

“Air adalah sumber kehidupan, dulu orang tua kita di sungai Deli ini masih menemukan udang galah tapi sekarang yang ditemukan banyak sampah dan ikan sapu sapu, untuk itu mari kita jaga dan lestarikan lingkungan kita,” kata Gubsu.

Baca Juga:  Datangi SPBU, Gubsu Imbau Orang Kaya Beli BBM Non Subsidi

Dengan kita membersihkan dan merawatnya, lanjut Gubsu maka bisa menjadi bagian pariwisata yakni wisata air. “Ini tentu dapat kita syukuri karena dengan bantuan Dana pemerintah melalui BLH Provsu,
pinggiran sungai Deli ini bisa dibangun taman sehingga bisa menjadi tempat rekreasi maka harus kita syukuri dengan cara merawat dan menjaganya, ” harap Gubsu.

Bahkan, Gubsu juga berharap agar sekitar pinggiran sungai Deli dilakukan gerakan penanaman pohon. “Kalau bisa jika ada warga yang berhajatan menikah syaratnya untuk menanam pohon dahulu ini bisa diinisiasi pak Camat,” katanya.

Selain itu, Gubsu juga berharap ada gerakan gotong royong dalam pelertarian lingkungan yang digilir pada setiap kelurahan. “Gotong royong ini adalah sebuah kearifanan lokal yang merupakan ciri dan kekuatan bangsa kita,” katanya.

Baca Juga:  Rute Menuju Romance Bay, Pantai Romantis di Perbaungan

Kepala BLH Sumut Hj Hidayati dalam kesempatan itu melaporkan acara makan siang bersama ditepi sungai Deli merupakan rangkaian upaya gerakan penyelamatan sungau Deli. “Kami plot 12 tahun, gerakan penyelamatan ada 4 tahun pertama sungai bebas sampah dan tetap dapat dialiri dan kita juga memberikan juga 200 pohon mangga untuk ditanami,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya sudah 600 pohon yang ditanam tepi sungai dan membuat taman di sekitar sungai dan setiap taman ada Musholanya.

Asisten Sosial Pemko Medan Erwin mengajak warga sekitar untuk menjaga taman yang telah tertata dengan baik yang telah dibuat BLH Sumut ” Mari kita turut bepartisipasi agar bantaran sungai dapat dimamfaatkan masyarakat sekitar,” harapnya.

Camat Medan Marelan Parlindungan SSos menyampaikan kedatangan Gubsu merupakan hal yang membanggakan bagi masyarakat Medan Marelan. Untuk itu, masyarakat sangat antusias mempersiapkan tempat walau kondisi yang sangat singkat.

“Kami berterimakasih bahwa disekitar lokasi sungai Deli dibangun taman dan pembenahan sepanjang benteng sungai Deli yang dapat mamafaat untuk rekreasi dan sarana olah raga serta peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubsu Edy Rahmayadi: "Kalau Harus Memilih Partai, Saya Pilih PPP "

Sungai Deli Merupakan salah satu dari delapan sungai yang ada di kota Medan. Mulanya, pada masa kerajaan Deli, sungai merupakanm urat nadi perdagangan ke daerah lain. Saat ini, luas hutan di hulu sungai Deli hanya tinggal 3.655 hektare, atau tinggal 7,59 persen dari 48.162 hektare DAS Deli.

Padahal, dengan luas 48.162 hektare, panjang 71,91 km, dan lebar 5,58 km, DAS Deli seharusnya memiliki hutan alam untuk kawasan resapan air sedikitnya seluas 140 hektare atau 30 persen dari luas DAS.

Selain itu, kini limbah mencemari sungai. Pencemaran sungai Deli, 70 persen diantaranya diakibatkan limbah padat dan cair. Limbah domestik padat atau sampah yang dihasilkan di Kota Medan 1.235 ton perhari. [ded]

Terkait


Berita Terbaru