Home / NEWS / Kronologi Kematian 3 Pencari Batu Akik di Nias Utara

Kronologi Kematian 3 Pencari Batu Akik di Nias Utara


NIAS| Kanit I Reskrim Polres Nias Ipda Enand H Daulay memastikan tiga pencari batu akik yang tewas dalam gua di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), tewas karena keracunan asap dari mesin pompa yang mereka bawa.

“Berdasarkan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga tidak ditemukan tanda-tanda terjadinya penganiayaan,” ujar Ipda Enand H Daulay, Rabu (15/4/2015).

Disebutkan Daulay, para korban diketahui merupakan pencari batu akik dan walet. Sebelum ditemukan tewas pada Selasa (14/4/2015), ketiganya sudah melakukan survei lokasi di Desa Fadorositoluori, Kecamatan Lahewa, Nias Utara. Terutama menyelidiki salah satu gua yang lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga

Baca Juga:  Colok Kabel yang Melintang, Kernet Truk Trado Tewas Kesetrum

Setelah survei, mereka kemudian datang lagi dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Termasuk membawa mesin pompa air yang untuk mengeluarkan air dari dalam gua. Mereka menggali di dalam gua. “Saat ditemukan di dalam gua, sudah ada satu bongkahan batu yang berhasil ditemukan para korban,” kata Daulay.

Terkait dengan penanganan jenazah korban, Daulay menyatakan, jenazah Fo Arota Gea (32) warga Desa Sitelumbanua, Kecamatan Lahewa, Nias Utara, sudah diserahkan kepada keluarga.

Sementara jenazah Iwan (22) asal Desa Ampolu, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Supriadi (37) asal Sibolga, akan diserahkan kepada keluarga yang kini sedang dalam perjalanan menuju Nias. [khi]

Terkait


Berita Terbaru