Home / MEDAN TODAY / Grand Winner Spa Dituding Beroperasi Tanpa Izin

Grand Winner Spa Dituding Beroperasi Tanpa Izin


MEDAN| Grand Winner Spa yang berlokasi di Jalan Sei Batang Serangan No 202 Lingkungan II, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, dituding beroperasi tanpa izin dari instansi terkait.

Tuduhan tersebut disampaikanĀ Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Serikat Kerakyatan Indonesia Sumatera Utara (DPW Sakti Sumut) Roy Alexander Sitanggang. Dalam keterangan persnya, Roy menyebutkan, usaha lokalisasi berkedok salon kecantikan itu, belum mendapatkan persetujuan dari jiran tetangga.

Parahnya lagi, gedung megah tanpa fentilasi udara (jendela) tersebut juga menyalahi aturan tata ruang tata bangunan (TRTB), serta salon yang diduga menjadi tempat mesum pria hidung belang itu melanggar peraturan Walikota Medan.

Baca Juga:  Waspadai Sindikat Penjualan Remaja ke Bukit Maraja

“Kami menilai, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan lemah menertibkan tempat usaha tanpa izin dari instansi terkait,” tegas Roy, Senin (20/4/2015) di Medan.

Menurut aktivis Universitas HKBP Nomensen itu, kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terkesan tidak maksimal bekerja untuk menekan pendapatan asli daerah (PAD) kota Medan. “Kita menilai, usaha yang seperti ini (tanpa izin, red) masih banyak di wilayah kota Medan,” ungkap Roy didampingi Ketua DPD Sakti Deliserdang Suwandi alias Tuntin dan Sekjen Ribuanto alias Bawon.

Dikatakan, kinerja badan pelayan perizinan terpadu (BPPT) sudah bekerja maksimal untuk melaporkan segala bentuk usaha yang beroperasi tanpa izin ke instansi terkait. “Sesuai surat Camat Medan Petisah, Nomor : 300/232 perihal Laporan Keberadaan Grand Winner Spa yang ditujukan kepada Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan pada 16 Maret 2015, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut untuk menindak tempat usaha tersebut,” terangnya.

Baca Juga:  Bongkar Pasang Papan Reklame Depan Kantor Walikota, Kok Bisa?

Sekjen DPD Sakti Deliserdang Ribuanto alias Bawon menegaskan, Walikota Medan Dzulmi Eldin agar melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan.

“Evaluasi itu untuk mengetahui kinerja Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan terhadap program Walikota Medan Dzulmi Eldin. Jika menyalah dan mencari keuntungan pribadi, Walikota Medan harus mengambil sikap tegas untuk menindak Busral Manan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas pria berpostur tegap itu.

Terpisah, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Busral Manan yang dikonfirmasi via telepon selulernya terkait Grand Winner Spa beroperasi tanpa izin tidak menjawab. Ditemui di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Jalan HM Yamin Medan, Busral tidak berada di tempat. “Sedang keluar bang. Tadi katanya ada rapat dengan Walikota,” sebut salah satu petugas di kantor Disbudpar Kota Medan, kemarin. [khi]

Terkait


Berita Terbaru