Home / NEWS / 100 Kg Sisik Trenggiling Bahan Sabu Disita dari Gudang KIM

100 Kg Sisik Trenggiling Bahan Sabu Disita dari Gudang KIM


MEDAN| Bareskrim Mabes Polri, Jumat siang (235/2015), menggerebek sebuah gudang di Komplek Niaga Malindo, Kawasan Industri Medan, Sumatera Utara yang dijadikan sebagai tempat pengolah dan penyelundupan Tringgiling ke sejumlah negara.

Dari lokasi penggerebekan yang merupakan bagian dari sindikat perdagangan satwa dilindungi jaringan internasional ini, petugas menyita lebih dari 90 ekor teringgiling dalam kondisi hidup, 3 ton lebih daging Tringgiling beku, serta lebih dari 100 kilogram sisik teringgiling yang siap untuk diselundupkan.

Gudang yang sehari–harinya dikenal sebagai gudang penyimpan ikan ini, petugas menemukan lebih dari 90 ekor Trenggiling dalam kondisi hidup yang siap untuk dikirim ke sejumlah negara tetangga.

Baca Juga:  Gawat, Oknum ASN Pemko Sidimpuan Diringkus Polisi Karena Jadi Kurir Narkoba

Selain lebih dari 90 ekor hewan dilindungi, petugas juga menemukan lebih dari tiga ton daging Trenggiling beku yang telah diolah para pelaku. Termasuk lebih dari 100 kilogram sisik Trenggiling, yang rencananya akan diselundupkan pelaku ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, hingga China.

Selain mengamankan barang bukti Trenggiling yang dikabarkan bernilai puluhan juta rupiah untuk satu ekornya ini, pihak berwajib juga mengamankan empat orang, yang terdiri dari seorang pengelola gudang, dan tiga orang pekerja.

Berdasarkan informasi, para pelaku disebut-sebut telah lebih dari satu tahun menjalankan bisnis penyelundupan hewan yang dikabarkan dapat digunakan sebagai bahan utama pembuat narkotika jenis sabu dengan kualitas terbaik.

Baca Juga:  Buni Yani Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Namun Tidak Ditahan

Pengungkapan kasus penyelundupan Trenggiling yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri ini sendiri, dikabarkan merupakan pengungkapan kasus terbesar kedua di Indonesia, setelah sebelumnya di tahun 2008, kasus serupa terungkap di palembang dengan barang bukti Teringgiling sebanyak 13 ton.

Terkait dengan penggerebekan ini sendiri, Bareskrim Mabes Polri belum bersedia memberikan keterangan, dan rencananya baru akan memberikan keterangan resmi pada Senin mendatang, menunggu petinggi Bareskrim Mabes Polri tiba di Medan. [khi]

Terkait


Berita Terbaru