Home / MEDAN TODAY / Medan Gelar Kontes Tanaman Hias, Setelah Vakum 4 Tahun

Medan Gelar Kontes Tanaman Hias, Setelah Vakum 4 Tahun


MEDAN| Bursa flora dan fauna yang diselenggarakan Pemko Medan disambut positif para pelaku usaha tanaman hias. Pasalnya, iven dengan kegiatan utama kontes tanaman hias khususnya Anggrek, baru pertama kali digelar Pemko Medan setelah vakum selama empat tahun.

Kegiatan ini sendiri berlangsung dari 29 April sampai 19 Mei 2015 di Taman A Yani Medan dengan peserta Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Asosiasi Medan Sansiviera Indoensia (AMSI), Medan Adhenium, Pasar Tani Bestrai dan Kelompok Tani Tanaman Hias Sumut.

Fariz Aulia Thohir (57) misalnya. Anggota Persatuan penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Medan, mengaku senang terselenggaranya iven ini. Menurutnya, pekan bursa Flora dan Fauna serta kontes tanaman hias ini dapat menumbuhkan sektor agribisnis tanaman hias, baik sektor hulu maupun sektor hilir yang secara keseluruhan merupakan satu kesatuan rangkaian yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Wali Kota : Jalan Kaki Baik Untuk Kesehatan

“Meski kali ini tidak ada kontes khusus bonsai, tapi bagi saya kegiatan ini akan memberikan nilai positif tak hanya bagi para pelaku usaha saja, tetapi juga masyarakat luas. Karena dari kegiatan ini, hobi pada tanaman bisa lebih tersalurkan,” ujar Fariz, pemilik nursery Fa’is Bonsai itu.

Hal senada juga dikatakan Juliana, pemilik stand Nina Gallery. Baginya, ajang serupa pernah digelar sekitar 4 tahun lalu, saat Walikota Medan, Rahudman Harahap.

“Menurut saya penyelenggaran yang terakhir tergolong sukses. Pak Rahudman mendapat apresiasi dari acara itu. Apalagi perhatiannya pada acara itu cukup tinggi, hampir setiap hari datang, gak pagi, siang atau malam,” ujarnya.

Baca Juga:  5 Kabupaten/Kota di Sumut Masuk PPKM Level 3

Saat Pemko vakum selama empat tahun tersebut, bukan berarti para pengusaha dan penghobi tanaman hias juga vakum. Berbagai kegiatan sejenis digelar dengan swadaya maupun dukungan pengusaha dan komunitas pecinta tanaman hias.

“Berbagai kegiatan kita ikuti, tidak hanya di Medan, tapi juga provinsi lain, mulai dari Batam, Bali dan bulan depan ada perlombaan di Lombok,” ujar Juli.

Bagi Fariz, bursa flora dan fauna bukan sebatas pameran dam lomba anggrek, lomba stand atau kegiatan perlombaan semata, tetapi dari kegiatan ini diharapkan akan tumbuh minat-minat baru, khususnya siswa sekolah akan tanaman hias.

“Kegiatan ini dapat dijadikan sarana edukasi bagi siswa dan masyarakat untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang merupakan kekayaan alam yang dapat terus dikembangkan,” pungkasnya.  [ded]

Terkait


Berita Terbaru