Home / NEWS / Penyebab Anjloknya KA Ekonomi Medan-Tanjungbalai Masih Diselidiki

Penyebab Anjloknya KA Ekonomi Medan-Tanjungbalai Masih Diselidiki


MEDAN| PT Kereta Api Divre I Sumut dan NAD masih melakukan penyelidikan atas penyebab anjloknya rangkaian kereta api ekonomi tujuan Medan-Tanjungbalai  yang terjadi pada Sabtu (2/5/2015) sekitar pukul 09.50 WIB. KA tersebut anjlok di jalur perlintasan Desa Laut Tador Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara.

Akibat anjloknya rangkaian gerbong penumpang, jalur kereta api lintas Medan–Tanjung Balai dan Rantauprapat lumpuh total hingga 7 jam.

Dugaan sementara anjloknya rangkaian kereta barang ini di duga karena jalur rel tidak berfungsi dengan baik. Kereta penumpang  tujuan Medan–Tanjungbalai ini anjlok sekitar  8 Kilometer arah  Stasiun Tebingtinggi, dimana satu dari 7 rangkaian gerbong keluar rel yakni gerbong pertama. Dua roda gerbong yang anjlok tergelincir keluar rel.

Baca Juga:  Gempa Bumi Picu Longsor di Sibolangit

Beruntung Lokomotif kereta dengan nomor CC2018332 tidak sampai terguling. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun tergelincirnya roda kereta mengakibatkan kerusakan rel dan bantalan rel  sepanjang 30 centimeter.

Kereta api dengan kode gerbong K 207872, berangkat dari stasiun besar KA Medan dengan tujuan Kisaran. Namun, saat di perlintasan  Tebingtinggi, kereta api itu tiba-tiba anjlok dan keluar dari relnya.  “Goncangannya sebanyak dua kali dan waktu berhenti langsung anjlok di gerbong pertama,” kata salah seorang penumpang KA bernama Rizky (25), warga Gaperta Medan.

Ia mengaku tidak ada korban jiwa dan insiden anjloknya kereta api tersebut. Namun,  kereta api keluar dari jalur sekitar 20 Centimeter. “Tadi sempat mengeluarkan asap, mungkin asap itu dari gesekan roda,” jelasnya

Baca Juga:  Pertemuan IMF dengan Bank Dunia di Bali Bakal Habiskan Rp 800 Miliar Uang Negara

Penyebab anjloknya kereta ini masih dalam penyelidikan. Tidak satupun petugas PT kereta api yang bersedia memberikan keterangan. Dugaan sementara insiden ini terjadi akibat jalur tidak berfungsi dengan baik.

Selain puluhan pekerja dikerahkan  untuk memperbaiki jalur yang rusak, pihak PT KAI hanya mengunakan peralatan manual. Perbaikan rel dan pengangkatan gerbong yang anjlok diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama. [khi]

Terkait


Berita Terbaru