Home / MEDAN TODAY / Mardiaz Kusin Jabat Kapolresta Medan Gantikan Nico Afinta

Mardiaz Kusin Jabat Kapolresta Medan Gantikan Nico Afinta


Kapolresta Medan

EDISIMEDAN.com, MEDAN – AKBP Mardiaz Kusin Dwiharnanto akan menjabat Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Medan menggantikan Kombes (Pol) Nico Afinta. Dari Telegram rahasia Kapolri diperoleh informasi, Nico Afinta akan dimutasi ke Lembaga Pendidikan (Lemdik) Polri dan bertugas dengan jabatan baru sebagai Kababindik Sespima Sespim di Lemdikpol.

Pengganti AKBP Mardiaz adalah AKBP Maruli Siahaan, sendiri pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan yang saat saat ini menjabat Wadir Kriminal Khusus Polda Sumut.

Selain Nico Afinta, Karo Ops Polda Sumut yang dijabat oleh Kombes Pol Muharram Riyadi akan digantikan Kombes Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution. Riyadi menduduki jabatan sebagai Karo Ops Polda Jawa Barat.

“Banyak yang dimutasi, termasuk beberapa Kapolres di Sumut. Telegram rahasia itu dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan,” ujar seorang perwira tinggi Polri, Jumat (5/6/2015).

Jenderal yang tidak ingin disebutkan namanya itu menyampaikan, telegram itu bersamaan dengan promosi jabatan Irjen Pol Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro Jaya dan pergantian beberapa kapolda lainnya.

Baca Juga:  Dirut Datangi Pasar Yuka, Pedagang Curhat Ingin Tempat yang Lebih Representatif

 

PROFIL KOMBES NICO AFINTA
Siapa sebenarnya Nico Afinta? Sebelumnya jabat Kapolresta Medan, Nico Afinta adalah Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Jabat Kapolresta Medan, Nico Afinta menggantikan Kombes Monang Situmorang. Nico Afinta dipromosikan menjadi Kapolresta Medan sesuai dengan Surat Telegram Kapolri bernomor ST/119/V/2013 tertanggal 30 Mei 2013. Sementara Kombes Pol Monang Situmorang akan mengikuti Sekolah Khusus Pimpinan Tinggi (Sespimti).

Pangkat Nico Afinta juga sudah dinaikkan setingkat dari AKBP menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes) per 1 Juni lalu.

Bapak dua orang putra itu merupakan salah satu jebolan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1992. Dia juga kriteria lelaki yang mencintai keluarga. Ini bisa dilihat dari akun facebooknya dimana beberapa sesi memperlihatkan foto kebersamaan dirinya beserta istri dan kedua putranya sedang bersepeda santai.

Baca Juga:  Kapolresta Medan Akui Masih Ada Polisi Nakal

Sementara soal kinerja, Kombes Pol Nico Afinta juga tak perlu diragukan. Dari sejumlah refresensi yang diperoleh, Nico Afinta memiliki rentetan prestasi gemilang baik saat menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya maupun ketika menduduki jabatan Kasat Jatanras Polda Metro Jaya.

Masih ingat kasus Ketua KPK Antarasi Azhar? Nico Afinta termasuk tim penyidiknya. Bahkan sumber menyebut, Nico juga yang menandatangani surat panggilan penyidikan Antasari Azhar.

Bahkan Nico turut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan medio November 2009 lalu. Ketika itu, Nico Afinta masih menjabat sebagai Kasat Jatanras Polda Metro Jaya.

Dia dihadirkan sebagai saksi terakhir sidang Antasari Azhar yang terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Di persidangan Nico memberikan kesaksian yang mementahkan argumentasi terpidana Kombes Wiliardi Wizard yang menyebut adanya rekayasa dalam kasus yang menjerat Antasari Azhar.

Baca Juga:  Jadikan Maulid Rasullah Perkuat Ukuwah Islamiyah

Ketika itu, Nico juga dilibatkan dalam pemeriksaan Wiliardi yang juga mantan Kapolres Jakarta Selatan.

Kasus besar lain yang melibatkan Nico Afinta adalah pada kasus KPK vs Polri. Dimana Nico ikut dalam tim yang melakukan penjemputan paksa Kompol Novel Baswedan dari kantor KPK pada Oktober 2012.

Terbarukan dan termasuk fenomenal saat Nico Afinta menangkap Jhon Kei dan Hercules, tokoh pemuda yang lekat dengan dunia premanisme.

Deretan prestasi Nico Afinta sebenarnya sudah diperolehnya saat masih bergabung di tim Jatanras Polda Metro Jaya. Dia dan timnya menerima penghargaan dari Polda Metro Jaya karena berprestasi mengungkap kasus yang tergolong besar dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Sebab selain jumlah pelaku yang cukup banyak, beberapa kasus yang diungkap juga melibatkan anggota TNI dan menggunakan senjata api. [ded]

Terkait


Berita Terbaru