Home / NEWS / Tim Inafis Polri Ungkap Dalang Pembunuh Angeline

Tim Inafis Polri Ungkap Dalang Pembunuh Angeline


Sejumlah personil Inafis Mabes Polri, diterjunkan untuk membantu ungkap dalam pembunuhan Angeline di TKP Jalan Sedap Malam, Denpasar Bali, Jumat (19/6/2015). [Foto: Poskota]

DENPASAR| Tim Indonesia Automatic Finger System (Inafis) Mabes Polri diterjunkan untuk mengungkap misteri pembunuhan Angeline, bocah delapan tahun yang dikubur di pekarangan belakang rumahnya, di Jalan Sedap Malam No 26, Kesiman, Denpasar, Bali.

Tim Inafis datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menguak teka-teki siapa dalang pembunuhan itu. Dengan menggunakan peralatan canggih berupa alat pendeteksi sidik jari, tim Inafis melakukan proses ulang olah TKP, Jumat (19/6/2015).

Dari proses ulang TKP tersebut, Inafis menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet C Megawe. “Kami temukan kembali bercak darah. Tapi kami belum bisa menyimpulkan, karena hasilnya nanti akan dikirim ke Labfor,” kata Kepala Pusat Inafis Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Bekti Suhartono, Jumat sore.

Baca Juga:  Buntut Tawuran Warga, JR Saragih Copot Camat Dolok Silau

Selain bercak darah, imbuhnya, Inafis juga berhasil menemukan sidik jari di sekitar lokasi kejadian. Dalam olah TKP itu juga, petugas kembali memeriksa sejumlah ruangan di rumah tersebut. “Ada sidik jari laten kita temukan juga,” katanya.

Olah TKP pembunuhan Engeline juga dilakukan pada Kamis 18 Juni 2015. Dalam kegiatan itu, seorang petugas Inafis membawa sebuah koper dari dalam rumah tersebut. [Baca Juga: Zikir dan Takbir Sambut Jenazah Angeline di Kampung Halaman]

Siapa Bunuh Angeline?

Harus diakui, penyelidikan kasus pembunuhan Angeline memasuki babak baru. Pengakuan tersangka Agus Tai Hamdamai, bahwa ia sesungguhnya tidak membunuh bocah itu. Mantan pembantu rumah tangga keluarga angkat Angeline itu mengatakan hanya menguburkan Angeline.

Baca Juga:  Ini Rincian 29 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Sei Padang

Pembunuh Angeline, menurut Agus seperti dikatakan pengacaranya Haposan Sihombing, ialah Ibu angkatnya, berinisial Margriet. Selanjutnya Agus diminta untuk menutupi kematian Angeline dengan imbalan Rp 200 juga.

Dalam kasus pembunuhan Angeline, Kepolisian sebelumnya menetapkan Agus sebagai tersangka. Sementara Margriet menjadi saksi untuk Agus. Dua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline dan Christina Telly, juga diperiksa sebagai saksi. [ded|bbs]

Baca Juga: Angeline dan Misteri Rumah di Jalan Sedap Malam

Terkait


Berita Terbaru