Home / SUMUT / Puluhan PNS Taput Ditengarai Gunakan Ijazah Palsu

Puluhan PNS Taput Ditengarai Gunakan Ijazah Palsu


TAPUT| Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Tapanuli Utara ditenggarai menggunakan ijazah palsu dalam meniti karirnya. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, yang sudah mengkerucut bedasarkan pengakuan pengguna, ada tiga puluh orang dari berbagai perguruan swasta diantaranya Universitas Setia Budi Mandiri Medan.

Sekretaris Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Taput yang dikonfirmasi sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Palmer Siregar SH mengakui, sudah ada yang terindikasi oknum PNS yang menggunakn ijazah palsu.

Menurutnya, BKD sejak awal sudah proaktif untuk meneliti berkas PNS apalagi setelah terbitnya Surt Edran Bupati Tput Drs. Nikson Nababan kepada SKPD agar meneliti ijazah staffnya masing-masing.

Baca Juga:  Satu Pasien Muntaber di Taput Meninggal

“Surat Edaran Bupati nomor 800/3125/BKD-II/VI/2015 tertanggal 2 Juni 2015. Edaran itu menindaklajuti Surat Edaran Menteri Pendayangunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 3 tahun 2015 tentang penggunanaan ijazah palsu dilingkungan instansi pemerintah”ujar Palmer Siregar.

Menurutnya, jenis-jenis ijazah palsu itu antara lain ijazah dari perguruan negeri yang dipalsukan atau tidak yang bersangkutan tidak pernah kulih di perguruan negeri yang bersangkutan, ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi swasta namun yang bersangkutan tidak pernah kuliah atau kuliah dalam waktu singkat dan ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi yang tidak diakui oleh pemerintah atau yang akhir-akhir ini populer dengan nama Perguruan Tinggi “abal-abal”.

Baca Juga:  Ikut Meriahkan MTQN Ke XXVII, PT KAI Divre I Sumut Berikan Tiket Diskon

Dari salah satu contoh ijazah yang dimiliki oleh BKD, ijazah dari Universitas Setia Budi Mandiri. Menurutnya, Universitas ini tidak diakui keabsahannya.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan Tim Peneliti Ijazah seluruh PNS di Tapanuli Utara tanpa kecuali. Tim akan mengumpulkan fotocopy ijazah yang dimasukkan dalam berkas kepegawiannya dan kemudian akan mencocokkan dengan asli. Bila ditemukan ijazah palsu, pangkatnya akan dikembalikan pada penggunaan ijazah sebelumnya,” tegasnya.

Menurut Palmer Siregar, umumnya pengguna ijazah palsu itu dari kalangan PNS yang mengajukan usulan pangkat penyesuaian ijazah ditingkat Strata Satu (S1).

“Kepangkatan pengguna ijazah S1 tersebut akan dikembalikan pada posisi semula, misalnya pada pangkat golongan maksimal sesuai ijazahnya,” pungkas Palmer. [Fernando Hutasoit]

Terkait


Berita Terbaru