Home / SUMUT / Kapolda Perintahkan Buka Blokir Jalan di Desa Tanjung Medan oleh Preman

Kapolda Perintahkan Buka Blokir Jalan di Desa Tanjung Medan oleh Preman


Truk pengangkut TBS milik PT Herfinta F&P mengantre akibat salah seorang warga memasang portal di Jalan Besar Dusun Pardomuan, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat. Akhirnya, portal itu sudah dibuka kembali Senin (6/7/2015), atas intruksi langsung Kapolda Sumut. [Foto dokumentasi Waspada]

MEDAN| Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH, MSi menyikapi tegas aksi premanisme penutupan jalan masyarakat dan PT Herfinta F & P di Desa Tanjung Medan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Sikap tegas tersebut dilakukan dengan mengintruksikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardi untuk membuka akses jalan yang telah diblokir oleh Syamsul Bahar (alias Kotek) dan Suharman (alias Arman) beberapa bulan terakhir. Padahal jalan yang diklaim keduanya sebagai milik pribadi tersebut, telah digunakan oleh masyarakat selama puluhan tahun.

“Melihat dari bukti-bukti yang ada serta penjelasan dari masyarakat, Kapolda menanggapinya dengan tegas dan memberikan instruksi langsung kepada Kapolres Labuhanbatu untuk menghentikan aksi premanisme tersebut. Akhirnya, portal itu sudah dibuka kembali tadi sore (Senin (6/7/2015-red). Masyarakat merasa lega karena polisi telah membuka portal tersebut,” ujar Thamrin Siregar, warga Desa Tanjung Medan kepada redaksi sesaat lalu.

Baca Juga:  Anggota DPRSU Rudi Alfahri Rangkuti Reses Di Cengkehturi Binjai Utara

Sebelumnya, masyarakat dan perusahaan PT Herfinta F & P sejak beberapa bulan yang lalu, tidak dapat melalui jalan di Dusun Pardamean menuju Kampung Tebing di Desa Tanjung Medan Kabupaten Labuhanbatu Selatan akibat aksi pemortalan dan pemutusan jalan yang dilakukan Syamsul Bahar alias Kotek dan Suharman alias Arman.

Jalan yang diklaim sebagai milik pribadi tersebut telah digunakan oleh masyarakat selama puluhan tahun. Aksi Premanisme dengan menutup jalan yang sudah puluhan tahun dilalui ini sangat meresahkan masyarakat, karena tuntutan kedua oknum yang mengarah kepada pemerasan.

Pada kesempatan sebelumnya, masyarakat sudah meminta kepada aparat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menghentikan aksi premanisme tersebut, namun tidak ditanggapi.

Baca Juga:  Atasi Stunting, Sergai Aktifkan Bina Keluarga Remaja

Melihat ketidakseriusan pemerintah setempat dalam menghentikan aksi premanisme tersebut, masyarakat akhirnya menyampaikan masalah ini langsung kepada Kapoldasu dan akhirnya, fungsi jalan kembali normal pada Senin sore (6/7/2015) tadi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru