Home / POLITIK / Hanya Satu Putaran, Pemilukada di Sumut Rawan Konflik

Hanya Satu Putaran, Pemilukada di Sumut Rawan Konflik


Pilkada Serentak di Sumut

MEDAN| Undang-undang Pemilu yang baru menyebutkan, pemilihan kepala daerah 9 Desember mendatang hanya berlangsung satu putaran. Calon kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak akan memenangkan Pilkada. Tidak seperti Pilkada sebelumnya yang mengenal istilah dua putaran.

Aturan tersebut, sebut Erry, berpotensi memicu konflik diantara para pendukung pasangan calon. Apalagi, saingan pasangan calon nantinya antara kepala daerah incumbent dengan wakilnya atau birokrat lainnya. Untuk itu, balon kepala daerah juga diharapkan melakukan sosialisasi Pilkada Damai guna menekan terjadinya benturan dikalangan pendukung.

“Tujuan utama Pilkada adalah menyejahterakan masyarakat. Jangan sampai terjadi benturan diantara pendukung. Perbedaan pandangan politik merupakan hal yang biasa. Inti dari Pilkada adalah kebersamaan,” jelas Erry.

Baca Juga:  2 Jemaah Meninggal dalam Musibah Crane Masuk DPT Pilkada Medan

Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan, pelaksanaan Pilkada serentak di 23 Kabupaten/Kota di Sumut tinggal beberapa bulan lagi. Sejumlah balon kepala daerah telah melakukan sosialisasi guna mengenalkan diri kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

“Sejumlah partai politik telah mengeluarkan dukungan kepada balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Seiiring dengan itu, kita juga melihat sejumlah balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah telah mengenalkan diri, baik lewat media massa maupun melalui spanduk atau baliho. Ini pertanda, musim Pilkada di Sumatera Utara telah diambang pintu,” sebut Erry.

Gerakan Sosialisasi Damai
Untuk itu, Erry mengajak balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di 23 Kabupaten/Kota, membangun Gerakan Sosialisasi Damai. Gerakan ini diharapkan efektif menjadi pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat.

Baca Juga:  Nusantara Bangkit Dukung Moeldoko Ketum Partai Demokrat

Sehingga para calon kepala daerah tidak sekadar berupaya keras mengenalkan diri kepada masyarakat, tetapi juga berperan memberikan pendidikan politik yang sehat agar pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang berlangsung lancar.

“Pasangan balon Bupati dan Walikota yang akan mengikuti Pilkada, kita harapkan berperan aktif dalam memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat. Tetapi diatas semua itu, balon juga harus mengikuti aturan main pelaksanaan Pilkada yang telah ditetapkan KPU, baik masa sosialisasi maupun pengenalan diri kepada masyarakat,” imbau Erry.

Menurut Erry, sosialisasi yang tidak tepat, dikhawatirkan akan memicu kejenuhan ditingkat masyarakat yang dapat menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi calon pemilih dalam menyalurkan hak suaranya pada 9 Desember 2015 mendatang.

Baca Juga:  Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah: Sihar Tertinggi, Djarot Terendah

“Pilkada sudah menjadi agenda yang dilakukan secara berkala. Sebagian masyarakat apatis dengan hasil Pilkada hingga menyebabkan keengganan datang ke TPS menyalurkan hak suaranya. Untuk itu, balon kepala daerah juga diharapkan berperan memberikan pendidikan politik akan pentingnya menyalurkan hak suara di TPS,” papar Erry. [ded]

Terkait


Berita Terbaru