Home / MEDAN TODAY / Masihkah Gatot Lakukan Ritual Sungkeman Begini Lebaran Nanti?

Masihkah Gatot Lakukan Ritual Sungkeman Begini Lebaran Nanti?


Seperti masyarakat umumnya, usai melaksanakan shalat Idul Fitri, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho juga mengadakan acara sungkeman di rumahya. Namun ada hal unik dalam sungkeman ini. Berbeda dari masyarakat kebanyakan, Gubsu selaku kepala rumahtangga justru yang melakukan sungkem kepada istri tercinta. Foto dokumentasi Idul Fitri tahun 2013 lalu.

MEDAN| Idul Fitri 1436 H sudah diambang pintu. Umat muslim punya cara yang berbeda-beda dalam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tidak terkecuali, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Dalam setiap Idul Fitri, Gatot Pujo Nugroho memiliki hal unik, dimana dalam ritual sungkeman, Gubsu selaku kepala rumahtangga justru yang melakukan sungkem kepada istri tercinta.

Pada perayaan Idul Fitri tahun sebelumnya, acara sungkeman dan maaf memaafkan keluarga Gatot Pujo Nugroho biasa dilakukan di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman, Medan. Acara berlangsung setelah Gubsu dan keluarga mengikuti sholat ied di Lapangan Benteng.

Akan tetapi, Lebaran tahun ini akan terasa sangat berat bagi Gubsu dan keluarga. Pasalnya, Lebaran kali ini Gatot Pujo Nugroho tengah menghadapi masalah pelik, tersangkut kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Bahkan gegara kasus itu, Gatot sudah dicekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bepergian ke luar negeri.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan GMNI Sumut

Selain Gubernur Gatot Pujo Nugroho, KPK juga cekal Kepala Biro Keuangan Ahmad Fuad Lubis, serta pengacara kondang OC Kaligis. Bahkan istri kedua Gatot, Evy Susanti masuk dalam daftar cekal tersebut. [Baca Juga: Terkait OTT KPK, Ini Tanggapan Gubsu].

Sedianya, Senin (13/7/2015), Gatot Pujo Nugroho dipanggil KPK. Gatot diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap itu. Namun Gatot mangkir tanpa keterangan. “Saksi Gatot Pujo Nugroho tidak hadir tanpa keterangan,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Yakni, Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, hakim Amir Fauzi, hakim Dermawan Ginting, dan panitera sekretaris, Syamsir Yusfan dan pengacara M Yagari Bhastara alias Gerry.

Baca Juga:  Penuhi Panggilan KPK, Mantan Ketua Fraksi PKS Naik Motor

Penyuapan itu diduga terkait kasus sengketa antara pemohon, yakni mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Sumut, Fuad Lubis, dan termohon, yakni Kejaksaan Tinggi Sumut.

Dari operasi tangkap tangan, mulanya penyidik menemukan duit US$ 5 ribu di ruang kerja Hakim Tripeni. Selanjutnya, ketika diperiksa oleh tim penyidik, Tripeni mengaku masih ada duit lainnya di ruangan tersebut. Setelah digeledah, penyidik pun menemukan duit US$10 ribu dan Sin$ 5 ribu.

Sementara, Selasa (14/7/2015) petang, pengacara Otto Cornelis Kaligis, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka . Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi yaitu dugaan pemberian sejumlah uang ke hakim PTUN dalam kaitan pengujian UU Nomor 30 Tahun 2014.

Baca Juga:  Megawati Minta KPK Dibubarkan karena Takut Terbakar BLBI

OC Kaligis terjerat lantaran, Gerry merupakan anak buahnya di Firma Hukum OC Kaligis and Assosiates. Gerry merupakan pengacara yang ditunjuk mantan Ketua Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Sumut, Fuad Lubis untuk berperkara di PTUN.

Kini, bola panas tengah mengarah ke Gubernur Sumatera Utara. Pasalnya, menurut Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji, pihaknya tengah mendalami sumber uang dalam kasus suap tiga hakim PTUN Medan itu.

“Masih pendalaman dari hasil geledah terkait sumber uang suap tersebut,” kata Indriyanto ketika dikonfirmasi pada Selasa (14/7/2015). Spekulasi beredar, KPK juga membidik Gubsu Gatot dalam kasus suap ini. Jika itu terbukti, alamat ritual sungkeman Lebaran ala Gatot selama ini, terancam tidak akan terulang lagi. [ded]

Terkait


Berita Terbaru