Home / NEWS / Dudi Hermawan Mengaku Menyesal dan Minta Maaf kepada Jokowi

Dudi Hermawan Mengaku Menyesal dan Minta Maaf kepada Jokowi


BATAM| Setelah sempat mengunggah status mengancam akan menebas kepala Presiden Jokowi, pemilik akun Facebook Dudi Hermawan akhirnya buka suara. Dia mengaku menyesal dan minta maaf kepada Presiden Jokowi, sosok yang didukungnya saat Pilpres lalu. Demikian dilansir baranews.co.

“Benar, Pak, saya sangat menyesal sekali dengan hal ini,” ujar Dudi saat ditemui saat Ketua DPD Bara JP Kepri, Birgaldo Sinaga dan wartawan baranews.co, Thamrin Pasaribu di kediaman Dudi Hermawan di bilangan Batam Center, Kepri, Sabtu, (25/7/2015).

“Andai saya bisa bertemu dengan Pak Jokowi saya ingin sekali minta maaf dan sungkem, Pak,” pinta Dudi penuh harap.

Dudi bilang, status itu diunggahnya pada 20 Juli sekitar pukul 23.13 WIB. Lalu pada tanggal 21 Juli 2014, Dudi mengaku di-Inbox oleh teman-temannya untuk menghapus statusnya. Sayang Dudi tidak bisa log in.

Baca Juga:  Ketika Kuda Kereta Kencana yang Membawa Jokowi di Medan "Ngamuk"

Adapun status yang ditulis Dudi adalah, “Presiden macam manalah kau ini…!! Kerja..Kerjaa..Kerjaaa…Kerjaanmu cuman nonton bioskop ma konser doank ternyata..!! Kalo kau bukan muslim, ku tebas lah kepala kau nich !!…

Status tersebut dianggap para netizen dan relawan Jokowi merupakan ancaman yang tidak bisa dianggap sepele. Pesan Dudi jelas dan tegas berisi kebencian dan pengancaman terhadap keselamatan Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Buntutnya netizen beramai-ramai membalas ancaman Dudi dengan berusaha mencari dan mengejar Dudi.

“Saya kelepasan Pak. Sebenarnya itu respon saya atas peristiwa Tolikara, kok Presiden Jokowi tidak merespon kejadian Tolikara. Malah menonton bioskop,” sambung Dudi.

Dudi akui, pasca statusnya itu jadi perbincangan publik, dirinya banyak menerima ancaman. Keluarga besarnya bahkan gusar dan khawatir atas keselamatannya. “Sekarang saya menutup semua akun Facebook, Linked dan Instagram, Pak. Saya tidak mau aktif lagi,” ujar Dudi dengan nada sesal.

Baca Juga:  Pungli Dana BOS, Kadisdik Langkat dan Tiga Kepsek Diadili

Kepada Birgaldo Sinaga dan Thamrin Pasaribu, dia mengaku tidak bermaksud mengancam keselamatan Jokowi. Apalagi Dudi merupakan pendukung setia Jokowi.

Dudi bilang, saat pilpres 2014, Dudi dan rekan kerjanya Mutiara Sakti Hasibuan di offshore Malaysia, mendukung dan mengkampanyekan Jokowi melalui dunia maya.

Selain itu, Dudi dan Jokowi sesama alumnus UGM. Dudi menyelesaikan diploma Politeknik Mesin UGM akhir tahun 1998, lalu melanjutkan Strata 1 di Fakultas Teknik Mesin UGM dan tamat tahun 2000. Sebagai sesama alumnus UGM, Dudi bangga dengan Jokowi yang juga lulusan Gajah Mada.

“Itulah sebabnya saya dulu mendukung Jokowi. Kami sama-sama alumnus Gajah Mada,” kata Dudi.

Atas apa yang dilakukannya, Dudi mengaku menyesal. “Demi Allah Pak, saya sangat menyesal dan minta maaf atas kelepasan dan khilaf saya,” kata Dudi mencoba meyakinkan. “Jika diberikan kesempatan saya ingin sungkem kepada beliau,” ujarnya pula.

Baca Juga:  Dikunjungi Bobby Nasution, UMSU Urai E-learning Hadapi Pandemi Covid-19

Sementara Birgaldo Sinaga menilai, pengakuan salah dan permintaan maaf Dudi tersebut semoga bisa memperbaiki kembali jalinan solidaritas kebangsaan untuk bersatu membawa bangsa lebih maju dan lebih hebat lagi.

“Saya melihat lebih dalam lagi kegelisahan dan ketakutan Dudi. Beberapa kali Dudi terus mengulang kata menyampaikan penyesalan dan rasa maafnya. Dudi sadar perbuatannya telah membawa polemik dan perpecahan bangsa. Dudi menyampaikan permohonan maafnya melalui Bara JP dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran sangat berharga baginya,” demikian pesan Birgaldo Sinaga. [ded]

Berita selengkapnya baca di siniDudi Hermawan, Pengancam Tebas Kepala Presiden Jokowi, Mengaku Menyesal

Terkait


Berita Terbaru