Home / SUMUT / Warga Taput yang Terserang Diare Akibat Konsumsi Air Parit

Warga Taput yang Terserang Diare Akibat Konsumsi Air Parit


TAPUT| Dampak kekeringan dan tidak berjalanannya aliran air bersih dari PDAM di Tapanuli Utara, warga di Kelurahan Sarullah, Kecamatan Pahae Jahe terpaksa menggunakan air parit yang juga aliran dari gunung untuk memasak, mencuci dan kebutuhan lainnya.

Akibatnya sebanyak 134 warga terserang penyakit muntaber dimana seorang diantaranya meninggal dunia. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup bersih menjadi salah satu penyebabnya.

“Sudah jadi kebiasaan warga, habis mau gimana lagi, sumber airnya kan hanya ini saja. PDAM kadang mati kadang hidup, kalau musim hujan biasanya mati dia,” ujar seorang warga bernama Saud Nainggolan.

Baca Juga:  Pelarangan Jilbab Karyawan SPBU di Rantauprapat Dikecam

Keadaan ini semakin diperparah karena sebagian besar warga tidak mempunyai MCK. Warga membuang semua kotoran ke aliran sungai. Warga berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar aliran air bersih dari PADAM dapat disalurkan.

“Sakit mencret, itu saja, baru tadi malam. Yang bawa kemari suami. Di rumah tidak ada MCK,” kata Rasma boru Sitompul, pasien.

Hingga saat ini, warga yang terkena muntaber terus bertambah. Dari data sebelumnya 125 warga yang terkena, kini berjumlah 134 orang yang dirawat di beberapa Puskesmas di Kelurahan Pasar Sarullah. [bey]

Terkait


Berita Terbaru