Home / MEDAN TODAY / Gatot Pujo Nugroho Ditahan KPK

Gatot Pujo Nugroho Ditahan KPK


JAKARTA| Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti akhirnya, Senin (3/8/2015) ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasangan suami istri tersebut keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi berwarna oranye.

Gatot keluar gedung KPK terlebih dahulu dan langsung masuk menuju mobil tahanan KPK yang sudah tersedia. Berselang beberapa menit kemudian, menyusul istri mudanya. Tidak ada keterangan yang diberikan oleh keduanya.

Sekadar diketahui, Gatot dan Evy hari ini menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka. Setelah lebih dari 9 jam diperiksa, keduanya keluar dari gedung KPK sekitar pukul 21.15 WIB.

Baca Juga:  Ular Piton Sepanjang 5 Meter Ditemukan Saat Banjir Landa Medan

Gatot sudah dua kali diperiksa KPK yakni, pada Rabu 22 Juli dan Senin 27 Juli untuk tersangka M. Yagari Bhastara alias Gerry. Sementara istrinya baru diperiksa Senin 27 Juli untuk tersangka yang sama. Namun, keduanya sudah dicegah keluar negeri sebelumnya.

Gatot dan Evy dijerat Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Baca Juga:  Wali Kota Medan Apresiasi Vaksinasi Dan Bhakti Sosial Dalam Rangka 31 Tahun Dhira Brata Akabri '90 Mengabdi Untuk Negeri

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara O.C. Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Baca Juga:  30 Pejabat Eselon III Pemko Medan Ikuti Diklat Leadership

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad. [ded]

Terkait


Berita Terbaru