Home / SUMUT / Hari Terakhir Mendaftar, Nurhazizah Bantah Jadi Boneka Taufan Gama

Hari Terakhir Mendaftar, Nurhazizah Bantah Jadi Boneka Taufan Gama


KISARAN| Calon Bupati Asahan Brigjen (Purn) Hj Nurhazizah Marpaung membantah keikusertaannya di Pilkada Asahan hanya sebagai pelengkap atau boneka calon petahana Taufan Gama, alias untuk melengkapi Pilkada Asahan yang nyaris terancam tertunda.  

“Ya biarlah itu isu, yang pasti saya bukan calon boneka. Terima kasih kepada seluruh media, mohon maaf, daftar di hari terakhir karena berkas baru hari ini hampir lengkap semua,” ujar Nurhazizah kepada wartawan usai mendaftar ke KPU Asahan  di Jalan Sisingamangaraja, Senin (3/8/2015) sore ini.

Nurhalizah Marpaung dalam Pilkada Asahan Desember mendatang, menggandeng Amir Syarifuddin. Keduanya diusung Partai Gerindra (5 kursi) dan Partai Hanura (4 kursi). Jumlah raihan 9 kursi telah memenuhi syarat minimal 20% dari total kursi di DPRD sebanyak 45 kursi.

Pendaftaran kedua pasangan tersebut dilakukan di hari terakhir tambahan waktu selama tiga hari yang ditetapkan KPU untuk pendaftaran calon dalam pemilihan Pilkada serentak. Sebelumnya Pilkada Asahan terancam tertunda hingga dua tahun mendatang lantaran saat pendataftaran pertama, hanya pasangan Taufan Gama Simatupang-Surya yang juga calon incumbent yang resmi daftar ke KPU.

Baca Juga:  Ketua Badko HMI Sumut : Penanganan Oknum Dosen USU Tersangka Ujaran Kebencian Berlebihan

Menurut KPU, pendaftaran waktu tambahan pasangan calon resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB sore tadi. Kini, Pilkada Asahan resmi akan digelar serentak seperti daerah lain karena saat ini sudah ada dua pasangan calon yang mendaftar.

“Tadi masuk satu pasangan calon, tepatnya jam 16.00 WIB, yaitu pasangan Nurhalizah dan Sarifuddin. Di Asahan ada dua pasangan calon. Untuk kedua pasangan calon kelengkapannya sudah lengkap tapi yang lainnya sedang berjalan, dan sedang diurus,” ujar Ketua KPU Asahan, Darwis Sianipar.

Selanjutnya, KPU Asahan akan melakukan uji berkas kelayakan terhadap dua pasangan calon selama tujuh hari kedepan. Apabila salah satu berkas pasangan calon tidak lengkap dan gugur dalam pendaftaran, maka Pilkada Kabupaten Asahan akan diundur 2017 mendatang.

Baca Juga:  Ini Nama Tujuh Balon KDH di Sumut yang Diusung Nasdem

Sementara itu, sejumlah warga menolak adanya calon boneka hanya untuk memenuhi kuota pilkada di kabupaten asahan.

“Yang kita inginkan Asahan ini lebih transparan. Mudah mudahan ini bukan boneka bagi incumbent, bagaiman pun sudah banyak anggaran negara yang sudah dikeluarkan. Kita menolak calon boneka,” salah seorang warga, Usman Marpaung.

Sementara menurut Ketua HMI Kisaran, Heri, dengan diundurnya waktu Pilkada di Asahan, berarti lemahnya kaderisasai partai politik di daerah itu. “Kita tidak menginginkan calon boneka. Kita mau Pilkada Asahan ini sehat dan menolak calon boneka,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan alasan pendaftaran pasangan tersebut dilakukan di masa perpanjangan. Menurutnya, Gerindra sebenarnya sudah memberikan tiket pada Brigjen (Purn) Hj Nurhalizah Marpaung-Ribut Santoso. “Nah rupanya Ribut mundur dari pencalonannya, dia anggota dewan di sana,” kata Gus.

Hal itulah yang kemudian membuat pencalonan pasangan ini bersama Hanura batal. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah menentukan calon wakil bagi Brigjen (Purn) Hj Nurhalizah. Ia pun menepis spekulasi yang menyebut bahwa ada keinginan untuk menunda Pilkada Asahan.

Baca Juga:  PNS, TNI dan Polri yang Ikut Pilkada Mundur Jika Lolos Verifikasi

“Gerindra ingin mensukseskan pilkada, tidak ada keinginan untuk menundanya. Kita sudah mendorong ibu itu untuk mencari wakilnya dari beberapa kandidat yang ada, secara prinsip ibu itu setuju tapi belum dilapor apakah sudah dapat atau belum,” papar Gus.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Hanura Sumut Landen Marbun. Menurutnya, Hanura sudah menyerahkan tiketnya pada Nurhalizah. “Kita sudah perintahkan DPC untuk terus komunikasi dengan calonnya, dan itu sepenuhnya tinggal kewenangan calon, karena kita sudah serahkan, kewajiban sebagai parpol pendukung sudah kita penuhi,” kata Landen.

Ia pun menepis keinginan penundaan pilkada. “Tidak sampai sejauh itu analisanya, kita tidak pernah berpikiran seperti itu (menunda pilkada),” jelasnya. [bey]

Terkait


Berita Terbaru