Home / CITYLIFE / Perempuan di Medan Banyak Jadi Korban Operasi Plastik

Perempuan di Medan Banyak Jadi Korban Operasi Plastik


Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) cabang Sumatera Utara, dr Frank Bietra Buchari SpBP-RE [K] (tengah), Wakil Ketua PERAPI Pusat, dr Irena Sakura Rini MARS, SpBP-RE (kiri) dan Irvani Risyda Brand Manager Dermatix, PT Transfarma Medica Indah dalam Seminar Pro Kontra Pemakaian Silikon yang diselenggarakan Dermatix Ultra di Hotel Santika, Medan Rabu (12/8/2015). [Foto: Istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Operasi bedah plastik kini menjadi tren di kalangan wanita. Gaya hidup yang demikian tinggi menjadikan kaum perempuan mencoba tampil cantik, meski dengan cara instan.

Sayangnya, tak semua dari mereka mengikuti prosedur yang tepat hingga berbagai kasus penggunaan silikon yang tidak tepat berujung pada kecelakaan.

Di Medan sendiri, tren operasi plastik sudah mulai merambah di kalangan kaum hawa itu. Hanya saja, niat untuk memperindah bentuk tubuh memberi efek yang membahayakan.

“Dalam beberapa kasus yang saya tangani, banyak yang gagal. Setidaknya saya menerima keluhan ini setiap dua minggu sekali, ada satu pasien,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) cabang Sumatera Utara, dr Frank Bietra Buchari SpBP-RE [K].

Baca Juga:  "Maaf Banget, Tarif Aku tuh 20 juta Bersih, Bukan 8 Juta"

Ini disampaikannya dalam Seminar Pro Kontra Pemakaian Silikon yang diselenggarakan Dermatix Ultra di Hotel Santika, Medan Rabu (12/8/2015).

Menurut dr Frank Bietra Buchari, umumnya para pasien yang melaporkan itu karena gagal dalam operasi plastik untuk mempercantik hidung, bibir, dagu dan payudara.

Korban Operasi Plastik
Korban Operasi Plastik

Pengakuan para pasien itu, lanjut dr Frank, kegagalan dalam operasi plastik itu lantaran ketidakpahaman mereka atas penggunaan silikon dalam bedah plastik dan perawatan kecantikan. Selain itu, juga lantaran banyaknya tawaran bedah plastik murah dari dokter-dokter kecantikan palsu, yang banyak tumbuh di Medan.

“Meski murah, silikon yang digunakan itu berbahaya. Apalagi silikon cair, yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam praktik dunia kedokteran,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia Internasional Bikers Gathering 2018 Akan Dihadiri Ribuan Bikers Dalam Dan Luar negeri.

Silikon cair atau polimer, jelas dr Frank, penggunaannya hanya untuk oli, lem dan dot botol.

“Menyuntikkan silikon cair ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan infeksi, peradangan dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jangan pernah gunakan silikon cair ke dalam tubuh, bisa juga menyebabkan kematian,” lanjutnya.

Menurutnya, dewasa ini dunia kedokteran modern, bedah plastik menggunakan silikon padat atau silikon gel. Implan menggunaan silikon jenis padat dan gel ini, tidak memberi reaksi berarti pada tubuh. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA]

Terkait


Berita Terbaru