Home / NEWS / Pria yang Ngopi di Warkop Jurnalis Medan Itu Kini Jabat Menko Kemaritiman

Pria yang Ngopi di Warkop Jurnalis Medan Itu Kini Jabat Menko Kemaritiman


MEDAN| Siang itu, suasana di warung kopi (Warkop) Jurnalis Medan, terlihat berbeda dari biasanya. Sejumlah jurnalis yang biasa mangkal di sana, mendapat tamu istimewa yang selama ini dikenal sebagai pakar ekonomi senior Indonesia.

Tampil sederhana mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam, pria itu berjalan kaki dari parkir hotel Polonia Medan. Lima menit kemudian, pria itu berbaur dengan suasana kehangatan ala Jurnalis di Medan.

“Panggil saja saya Bang Rizal,” kata pria yang tak lain adalah Rizal Ramli, yang Rabu (12/8/2015) siang tadi dilantik menjadi Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo.

Kenangan pada Sabtu 18 Januari 2014 silam, tentu masih ingat dalam benak Bang Is, pengelola Warkop Jurnalis Medan. Dia tidak menyangka, kalau lelaki itu kini menjabat Menko Kemaritiman. Posisi yang penting di kabinet Jokowi-JK karena mengusung visi misi pembangunan ekonomi di sektor maritim.

“Itu Pak Rizal Ramli yang pernah minum kopi di sini, kan,” tanya Bang Is pada sejumlah wartawan yang juga tak kalah hangat membicarakan pelantikan Rizal Ramli di Istana Negara, siang tadi.

“Kalau gak salah dia pesan kopi Aceh waktu ke sini,” ujarnya dengan senyum sumringah.

Baca Juga:  Kapolsek Torgamba Meninggal Saat Akan Sertijab

“Kirim salam untuk Pak Rizal, ya,” sambung pria berkulit hitam manis itu.

Hampir setahun lalu, Rizal Ramli memang datang ke Warkop Jurnalis yang berada di Jalan H Agus Salim, Medan. Kehadirannya disambut sangat antusias oleh sejumlah jurnalis Medan. Suasana akrab langsung terlihat saat sejumlah wartawan mencecar pertanyaan kepada pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bulog itu.

“Bangga awak (kami) bang kalau abang jadi presiden, presiden kami pernah duduk di sini,” canda Joko Irawan, salah seorang wartawan televisi yang disambut gelak tawa wartawan lainnya.

Ya, Rizal Ramli datang ke Medan bukan tanpa sebab. Dia masuk dalam tujuh kandidat calon presiden (capres) Konvensi Rakyat 2014. Selain Rizal Ramli ada juga nama besar lainnya seperti Yusril Ihza Mahendra, Sofyan S Siregar, Isran Noor, Tonny Ardie, Ricky Susanto, dan Anni Iwasaki.

Kehadiran Rizal Ramli dan beberapa tokoh lainnya di Medan kala itu untuk mengikuti sesi debat calon presiden, yang digagas Salahuddin Wahid, yang akrab disapa Gus Solah.  Sebelumnya, Rizal dan capres lainnya sempat menggelar sosialisasi baik ke pasar tradisional maupun diskusi dengan Capres Konvensi Rakyat lainnya di Warkop Jus Kuphi di Setiabudi Square, Medan. Sebelum akhirnya mengikuti Debat Capres di Medan International Convention Center pada hari Minggu (19/1/2014).

Baca Juga:  Edy Rahmayadi Minta Skuad PSMS Dievaluasi

Alasan Rizal Ramli Masuk Kabinet Jokowi-JK

Rizal Ramli sendiri sudah lama berada di luar Istana sejak mengakhiri jabatan sebagai Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kini di usia 60 tahun, menerima jabatan sebagai Menko Kemaritiman.

Keputusan ini tentu mengundang pertanyaan. Pasalnya, di era Presiden SBY, Rizal mengaku pernah menolak jabatan menteri, kecuali Menteri yang membidangi perekonomian, bidang ilmu yang dikuasinya bertahun-tahun lamanya.

Lalu, apa yang membuat Rizal Ramli menerima tawaran jabatan Menko Kemaritiman? Dalam sebuah wawancara dengan Metro TV di Jakarta, Rabu (12/8/2015), Rizal mengaku tak bisa menolak dengan sebuah kalimat dari Presiden Jokowi.

“Saya sangat terharu, dia bicara tentang sumber daya alam. Tadinya saya pikir-pikir, tapi Pak Jokowi bilang, ‘yang butuh bukan saya, bukan hanya Jokowi, tapi rakyat Indonesia butuh Mas Rizal membalikkan situasi,” kata Rizal Ramli seperti dilansir sejumlah media nasional.

Kalimat itulah yang diakui Rizal Ramli menyentuhnya. “Saya jadi lemes. Itulah alasan kenapa saya menerimanya (jabatan menteri),” lanjutnya.

Ia sendiri berpendapat kementerian yang akan dipimpinnya lebih cocok bernama Menko Maritim dan Sumber Daya karena membawahi ESDM, KKP, Perhubungan, dan Pariwisata.

Baca Juga:  Kadisbudpar Sumut: "Penutup Kepala Jokowi untuk Karnaval, bukan Acara Adat Batak"

“Manfaat yang disumbangkan saat ini masih kecil, ini mesti kita ubah harus ada inefisiensi, harus membenahi sektor energi dan perhubungan, jadi banyak hal bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi supaya rakyat senang dan Indonesia semakin kompetitif,” katanya.

Rizal pun mengakui saat ini kondisi ekonomi Indonesia sedang berada dalam krisis. Namun dia optimistis Indonesia mampu membalikkan keadaan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Dia mencontohkan pengalaman Presiden Franklin D Roosevelt, yang mampu mampu menyelamatkan Amerika Serikat dari jurang krisis.  “Dia balikkan, bahkan AS menjadi lebih hebat dari 3 negara besar, Inggris, Jerman, dan Prancis,” ujarnya.

Rizal pun mengungkapkan Indonesia bisa mencapai hal yang sama. Syaratnya, pemimpin harus kreatif dalam mengarungi krisis dan menjadikannya kesempatan melakukan transformasi. “Tapi kalau kurang reatif, pemimpin itu akan tenggelam. Saya optimistis, Pak Jokowi akan membalikkan situasi.”

Rizal Ramli sendiri menjadi tokoh profesional selain Darmin Nasution dan Thomas Lembong yang direkrut Presiden Jokowi untuk masuk ke Kabinet Kerja. [Baca Juga: Inilah 6 Menteri Korban Reshuffle Pertama Jokowi-JK] [ded]

Terkait


Berita Terbaru