Home / POLITIK / Gus Irawan Resmi Laporkan Asmadi Lubis ke Polda Sumut

Gus Irawan Resmi Laporkan Asmadi Lubis ke Polda Sumut


Asmadi Lubis (kiri) dan Gus Irawan

MEDAN| Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, secara resmi mengadukan Asmadi Lubis ke Polda Sumut terkait pencemaran nama baik dan UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Selasa (18/8/2015).

Didampingi kuasa hukumnya Tumbur Tobing, SH, Gus Irawan daftarkan laporan mereka dengan nomor LP/969/VIII/015/SPKT “I” yang diterima Bripka Dian P Simangunsong SH di Polda Sumut.

Kasus ini bermula dari pernyataan Asmadi Lubis di berbagai media cetak maupun elektronik yang menuduh Gus Irawan meminta uang mahar senilai Rp 2,5 Miliar untuk menjadi Balon Bupati Toba Samosir.

“Saya tegaskan ini adalah fitnah. Bahkan fitnah yang sangat kejam. Saya tidak pernah menipu dia, apalagi menggelapkan uangnya. Seharusnya Asmadi Lubis tahu betul bagaimana saya memperjuangkan dia,” kata Gus Irawan Pasaribu di Polda Sumut.

Baca Juga:  Pendukung JR Saragih Kepung Kantor Bawaslu Sumut

Atas pernyataan Asmadi Lubis itu, menurut Gus, para kader militan Gerindra marah karena dia menjelek-jelekkan partai dan pimpinan partai serta menebar fitnah. “Sehingga saya harus menenangkan mereka, dengan mengatakan biar kita layani sesuai jalur hukum saja,” jelas Gus.

“Inilah yang mendorong saya untuk melaporkan Asmadi Lubis terkait dengan fitnah dan pencemaran nama baik. Ini pengalam pertama saya diadukan orang dan juga pengalaman pertama mengadukan orang. Tapi mau bagaimana lagi, karena kita tahu fitnah itu memang sifat Iblis, maka harus di lawan,” imbuh Gus yang berharap ini menjadi pengalaman terakhir soal diadukan dan mengadukan.

Baca Juga:  Gara-gara Hal Ini, Aliansi Umat Islam Demo Kantor Bawaslu Sumut

Gugatan ke Panwaslu Tobasa Kandas

Sementara itu gugatan Asmadi Lubis ke Panwaslu Tobasa adanya dugaan pemberian mahar ke DPP Gerindra kandas. Ketua Panwaslu Toba Samosir Ali Imransyah yang dikonfirmasi menyatakan gugatan Asmadi kandas karena tidak memenuhi unsur formal dan materil. Keputusan itu merupakan hasil rapat pleno Panwas Kabupaten Tobasa yang berlangsung di Balige 16 Agustus lalu. [ded]

Terkait


Berita Terbaru