Home / SUMUT / Bidan Profesional Tidak Asal Merujuk Pasien ke Rumah Sakit

Bidan Profesional Tidak Asal Merujuk Pasien ke Rumah Sakit


TEBINGTINGGI| Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, membuka Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tebingtinggi, Senin (24//2015) di Gedung Balai Kartini. Hadir dalam acara itu, Ketua IBI Sumut Dra Idau Ginting, Ketua IDI Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia Sp.PK, dan Direktur Akbid, Pimpinan RSU se Tebingtinggi.

Dalam kesempatan itu, Walikota berharap, anggota IBI tidak boleh asal merujuk pasien ke rumah sakit karena malas atau alasan lain untuk memperoleh imbalan tertentu.

“Itu tindakan yang tidak profesional. Saya dapat informasi seperti itu, dan perlu saya sampaikan di sini, karena IBI merupakan organisasi profesional, dan tentu orang-orangnya juga harus profesional di bidangnya,” ujar Umar Zunaidi Hasibuan.

Baca Juga:  Porkot II Tebingtinggi Resmi Dibuka, 800 Atlit Siap Bertanding

Walikota berharap anggota IBI Tebingtinggi tidak melakukan hal tersebut, karena tindakan seperti itu telah mengkhianati profesinya. Bidan adalah tenaga professional yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang siap membantu siapapun dan tak mengenal waktu.

“Peranan bidan itu sangat penting bagi pembangunan Bangsa kedepan karena guna menciptakan generasi yang cerdas itu hanya bisa dilahirkan oleh Ibu dan Anak yang sehat,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini tercatat secara nasional ada 86 juta anak Indoensia dan 38 juta diantaranya kurang baik dan ini harus menjadi perhatian, melalui program Diamond Age yakni antara 0-2 tahun.

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Bidan dapat praktik diberbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, rumah sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Dua Truk Pengangkut Kayu Ilegal Diamankan Polisi

“Anak yang dilahirkan harus lebih besar dari orang tuanya, bukan besar kesamping tetapi tinggi dan besar dan cerdas, untuk diperlukan Ibu yang sehat dan memperhatikan asupan gizinya dari mulai dalam kandungan ibunya,” imbuh Walikota.

Sebelumnya Ketua IBI Provsu Dra Idau Ginting katakan, Muscab IBI Tebingtinggi ini merupakan daerah yang ke-7 dari 33 daerah yang melaksanakan Muscab yang akan diikuti 235 orang peserta anggota IBI yang ada di Tebingtinggi. Sementara di Sumut sendiri anggota IBI ada 10 ribu orang. [met]

Terkait


Berita Terbaru