Home / SUMUT / Dokter Akan Dilaporkan dalam Kasus Pasien Meninggal di RSU Tarutung

Dokter Akan Dilaporkan dalam Kasus Pasien Meninggal di RSU Tarutung


TAPUT | Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung dikeluhkan masyarakat Taput. Karena dianggap kurang maksimal memberikan pelayanan prima terhadap pasien, seorang pasien akhirnya meninggal di rumah sakit tersebut.

Seperti diugungkapan Asido Silalahi, dimana orangtuanya M Silalahi (59), menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit RSUD Tarutung, lima hari lalu (15/8/2015).

“Kami pihak keluarga akan menuntut dokter yang menangani, karena penyebab meninggalnya Orang tua saya ini karena pelayanan pihak rumah sakit yang tidak maksimal,” ujar Sido Silalahi.

Ia juga mengatakan, awalnya keluarga hendak memeriksakan kesehatan orang tuanya untuk yang kedua kalinya. Setelah tiba di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit mengatakan supaya Orang tuanya dirawat Inap di RSUD Tarutung.

Baca Juga:  Lestarikan Bumi Humbahas, Inalum Tanam Pohon di 100 Hektar Lahan Kritis

“Karena tidak adanya pelayanan prima, kami meminta surat rujukan. Tapi sudah berapa jam kami menunggu surat tersebut tak kunjung ada, sehingga Orang tua kami menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit,” jelasnya.

Sementara pihak rumah sakit membantah penyebab meninggalnya pasien M Silalahi) karena pihak RSUD tidak memberikan rujukan.

Dokter yang menangani si pasien, dr D Manullang mengatakan, bahwa pihak RSUD Tarutung sudah memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga, bahwa M Silalahi dirujuk ke rumah Sakit Adam Malik Medan.

“Dan Kami juga sudah menyarankan supaya si pasien dilakukan cuci darah di RSU ini, tapi pihak keluarga tidak mengindahkan. Apalagi saya perhatikan si pasien sangat lemas.”

Baca Juga:  Pendirian Tower Telkomsel Ditolak Warga

Jadi menurut saya, meninggalnya pasien tersebut bukan serta merta kesalahan pihak rumah sakit. “Kami sudah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar dokter D Manulang kepada Wartawan. [fernando hutasoit]

Terkait


Berita Terbaru