Home / NEWS / Kesal Diusir Istri, Amrizal Pukul Anak Tirinya dengan Martil

Kesal Diusir Istri, Amrizal Pukul Anak Tirinya dengan Martil


Martil yang digunakan Amrizal untuk melukai anak tirinya Erdika Prasetya Sinaga (25), di amankan petugas Polres Tebingtinggi sebagai barang bukti

TEBINGTINGGI| Kesal karena tidak diberi kunci sepeda motor dan diusir dari rumah oleh istrinya, Amrizal Manurung (39) warga Jalan Gatot Subroto Lingkungan II Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi mengamuk dan menghancurkan sepeda motor milik sang istri, Erly Safrina (47) dengan mengunakan martil.

Emosi Amrizal yang tidak terkendali dilampiaskannya dengan cara terbilang sadis, anak tirinya, Erdika Prasetya Sinaga (25) juga dipukul tersangka pada bagian kepalanya dengan mengunakan martil yang pada saat kejadian berusaha menolong ibunya dari amukan ayah tirinya tersebut. Kini Amrizal telah diamankan petugas kepolisian dari Polres Tebingtinggi setelah sang istri membuat pengaduan. Sabtu (29/8) pukul 11.00 WIB.

Mengutip dari banyak sumber, peristiwa ini berawal pada Jumat (28/8/2015) malam sekitar pukul 20.30 WIB persis di kediaman mereka di Komplek Puskesmas Kelurahan Satria di Jalan Purnawirawan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, tempat Erly bertugas sebagai bidan.

Baca Juga:  Usir Istri, Karyawan Kebun Dipolisikan

Dari pengakuan Erly, wanita yang pernah berstatus janda beranak dua ini, menikah dengan Amrizal yang juga berstatus duda tanpa anak. Kedua anak manusia ini menjalin hubungan sebagai pasangan suami-istri pada awal tahun 2013. Kini kehidupan mereka sedang tidak harmonis, pertengkaran acap kali mewarnai rumah tangga mereka.

Erdika Prasetya Sinaga (25) korban penganiayaan ayah tirinya Amrizal saat mendaoat perawatan
Erdika Prasetya Sinaga (25) korban penganiayaan ayah tirinya Amrizal saat mendaoat perawatan

Untuk menghindari pertengkaran dengan Amrizal, Erly memutuskan untuk pindah rumah, karena bertugas sebagai bidan Puskesmas dia bermohon untuk menempati rumah dinas puskesmas milik Pemko Tebingtinggi di kawasan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Pabatu.

Tepatnya, Jumat (28/9) petang, Erly yang ditemani kedua anaknya Erdika Prasetya Sinaga dan Faizah Putri Sinaga (18), berniat hendak mengambil pakaian serta sepeda motor Honda Beat miliknya diperumahan Puskesmas Satria, namun Erly terkejut melihat Amrizal sudah berada didalam rumah.

Baca Juga:  Tak Diberi Makan, Pedagang Ikan Bogem Istri

“Padahal rumah itu kukunci waktu dia (Amrizal-red) pergi keluar, sekarang aku sudah pindah ke rumah dinas Puskesmas yang ada di Pabatu yang dulu juga pernah kami tempati,” terang Erly pada wartawan .

Ternyata Amrizal masuk kedalam rumah dengan cara merusak pintu depan. Melihat Erly datang, Amrizal kemudian meminta kunci sepeda motor, namun Erly tidak memberikannya, bahkan Erly menyuruh Amrizal untuk pergi dari rumah tersebut.

Emosi mendengar jawaban istrinya, Amrizal mengambil martil dari dapur dan kemudian seperti kerasukan syetan, Amrizal mengancurkan sepeda motor milik Erly yang terparkir di dalam rumah hingga hancur berantakan.

Saat Amrizal ingin memukul Erly, dihalangi putranya Erdika. Kepala anak tirinya itu pun terkena martil yang diayukan Amrizal. Seketika Erdika roboh dengan kepala mengeluarkan banyak darah. Warga sekitar yang mendengar jeritan Erly, beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian, akhirnya warga menangkap Amrizal yang berusaha kabur setelah memartil Erdika dan wargapun beramai-ramai memukuli Amrizal hingga babak belur.

Baca Juga:  Wartawan Mitra Unimed Dapat Bantuan Sembako

Untung saja pihak Kepolisian cepat datang dan masih sempat tertolong dari amuk massa, akibat “dimassa” Amrizal mengalami luka serius, petugas kemudian membawa Amrizal ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi untuk mendapat perawatan sedangkan Erdika dilarikan ke RS Herna Kota Tebingtinggi akibat luka dikepalanya setelah dipukul martil oleh Amrizal.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini, kini sudah di tangani pihak Polres Tebingtinggi. “Pelaku masih terlihat lemah, dan kita masih melakukan pemeriksaan ” terang Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Hasiolan Sinambela.

Disela pemeriksaan, Amrizal tidak mau memberi jawaban, bahkan pelaku yang sebelumnya mengaku-ngaku berprofesi sebagai wartawan ini terlihat berusaha menghindar ketika gambarnya hendak diambil wartawan. [met]

Terkait


Berita Terbaru