Home / MEDAN TODAY / Oknum Shabara Medan Ancam Anak Pramuka Beredar di Facebook

Oknum Shabara Medan Ancam Anak Pramuka Beredar di Facebook


MEDAN| Beberapa hari terakhir, beredar informasi di sosial media facebook tentang oknum Shabara Polresta Medan yang lakukan pengancaman terhadap anak Anggota Pramuka. Informasi ini ternyata bukan isapan jempol. Karena oknum Shabara tersebut sudah diberi sanksi oleh institusinya.

Kasat Shabara Polresta Medan, Kompol AA Rangkuti, membenarkan ulah tak terpuji anggotannya. Dikonfirmasi wartawan Jumat (25/6/2015), AA Rangkuti mengaku sudah menjatuhkan hukuman disiplin kepada oknum Shabara tersebut.

“Yang bersangkutan sudah ditindak. Malam itu juga, Kapolres sudah turun tangan. Kita berikan hukuman disiplin, karena yang bersangkutan masuk dalam kategori menggunakan mobil dinas tanpa izin,” ujar Kompol AA Rangkuti.

Untuk diketahui, informasi ini diunggah pertama kali oleh akun facebook SMP Muhammadiyah VII. Dijelaskan, pengancaman dilakukan oknum polisi bernama RT Napitupilu berpangkat Bripka. Diketahui, SMP Mumahhadiyah VII sendiri beralamat di Jalan Pelita, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga:  PKS Siap Berkolaborasi dengan Pemko Medan

KRONOLOGI

Kisah ini bermula saat ada kegiatan penanaman 500 pohon yang dilaksanakan di Pantai Palo Merbo Kecamatan Percut sei Tuan oleh anggota Pramuka Gudep 20.535 – 20. 536 dan perkemahan Sabtu-Minggu, 19–20 September 2015.

Sejumlah pelajar Pramuka diminta para pembina untuk keluar dari truk yang dibawa oknum Shabara tersebut. [Foto: facebook SMP Muhammadiyah VII]
Sejumlah pelajar Pramuka diminta para pembina untuk keluar dari truk yang dibawa oknum Shabara tersebut. [Foto: facebook SMP Muhammadiyah VII]
Setelah selesai pelaksanaan kegiatan, anggota Pramuka dijemput dengan mobil polisi Sabhara Polresta Medan. Akun tersebut menjelaskan, saat itu anggota dari kepolisian yang menjemput tidak sabar menunggu peserta Pramuka untuk pulang yang saat itu sedang makan siang.

Di situlah ancaman oknum Sabhara tersebut keluar. “Kalau kalian makan, kami akan tinggalkan kalian disini,” tulis akun tersebut.

Persoalan kian meruncing, karena sebagian anggota Pramuka yang naik ke dalam truk kembali mendapat teror dari oknum Shabara tersebut.

Baca Juga:  Program Langit Biru Kini Hadir di Nias

Polisi tersebut menekan-nekan gas memberi tanda supaya cepat naik anggota Pramuka yang lain. Setelah truk dijalankan, tiba-tiba oknum tersebut ngerem mendadadak yang menyebabkan satu orang dari anak Pramuka terpelanting ke belakang mobil dan punggungnya terbentur besi.

“Setelah mobil berhenti, adik-adik Pramuka turun dari mobil dan menangis ketakutan, dengan keangkuhan Polisi yang tak mau bersabar menunggu,” lanjut akun SMP Mumamadiyah VII itu.

Akibat perlakuan itu, seluruh pembina mengejar truk polisi yang mengangkut anggota Pramuka lalu meminta seluruhnya turun beserta barang bawaan mereka.

Salah seorang pembina tersulut emosinya melihat ulah oknum Shabara itu. Dia lantas memukul truk polisi dengan tangannya.

Baca Juga:  Ini Hasil Formulasi Musrenbang Kota Medan

“Polisi itu marah-marah mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh dan mengajak berkelahi. RT Napitupilu Pangkat Bripka tidak mau mengakui kesalahan dan mengancam, “Ku tembak Kau ya”.

Suasana dimana siswa keluar dari truk yang akan menjemput mereka
Suasana dimana siswa keluar dari truk yang akan menjemput mereka

“Kasus ini sudah ditangani pihak Shabara Polresta Medan. Oknum polisi tersebut sudah dikenai sanksi wajib lapor,” ujar Kompol AA. [ded]

Terkait


Berita Terbaru