Home / NEWS / Kapal Karam di Perairan Aceh, 11 ABK Selamat

Kapal Karam di Perairan Aceh, 11 ABK Selamat


Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat dari kapal karam di perairan laut Aceh diperiksa di Polres Biureun [Foto: Tarmizi]

BIREUEN, ACEH| Satu kapal besar jenis Tagboat KSD 05 milik PT Bata Mitra dari Batam, karam di laut lepas di perairan Selatan Malaka, Desa Jangka, Bireuen, Senin (28/9/2015) pagi.

Sebanyak 11 Anak Buah Kapal (ABK) selamat dari musibah tersebut, setelah mendapat pertolongan dari tim SAR Aceh, BPBD Bireuen yang ikut dibantu tim Airud Peudada dan tim Lanal Lhokseumawe. Meskipun mereka sempat terombang ambil di tengah laut antara perbatasan perairan Jangka dengan Kuala Raja.

Informasi yang diperoleh, Senin (28/9/2015) sore, satu buah kapal besar dari luar Aceh tenggelam dan karam di laut perairan Bireuen saat melintasi kawasan Selat Malaka. Para ABK-nya berhasil menyelamatkan diri keluar dari kapal dengan menggunakan pelampung. Kemudian semua mereka berhasil diselamatkan.

Baca Juga:  Warga Bangun Monumen untuk Mengenang Dokter Korban Konflik Aceh

Kemudian dijemput Kapolres Bireuen AKBP M Ali Kadhafi, SIK dengan anggotanya untuk dibawa ke kantornya di Cot Buket.

Keterangan yang dihimpun, kapal tersebut berangkat dari Batam tujuan Meulaboh, Aceh Barat, namun dalam perjalanannya atau setibanya di perairan Selat Malaka atau di kawasan Jangka, Bireuen, tiba-tiba bagian belakang kapal bocor.

Mengetahui kapal sudah bocor 11 ABK nya langsung berinisiatif menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung yang tersedia dalam kapal tersebut. Sehingga, begitu kapal tenggelam mereka sudah berada di luar kapal di atas air.

Kapal KSD 05 tenggelam persis di laut Jangka, namun saat tim SAR turun, keberadan ABK-nya sudah bergeser dari lokasi tenggelamnya kapal tersebut ke kawasan perairan Kuala Raja.

Baca Juga:  Cut Mardiana, Perajin Bunga Kering asal Bireuen

“Begitu tim SAR tiba di lokasi mereka terlihat terapung-apung, kami langsung membantu mereka dan membawa ke darat, tiba di darat, para ABK-nya kami berikan makan, tidak lama kemudian Kapolres pun tiba menjumputnya,” kata Rio Hamdallah dan Mustafa Kamal dari¬† BPBD Bireuen yang didampingi Dan Airud Peudada.

Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadafi SIK, dalam keterangan pers, mengungkapkan, dirinya pertama mendapat informasi dari Abu Laot, lalu menghubungi anggotanya di markas Airud Peudada untuk memastikannya dan setelah dipastikannya, lalu memerintahkan anggotanya di Airud untuk menelusurinya bersama tim SAR yang kabarnya juga telah mengetahui kabar tersebut.

Menurut Kadhafi lagi, para ABK untuk sementara istirahat di tempat yang telah ditentukannya sambil memberitahukan kepada perusahaan tempat mereka bekerja. “Biarlah mereka istirahat dulu sambil kita mencoba hubungi perusahaan tempat mereka bekerja, supaya mereka bisa dijemput atau nanti akan ada penjelasan lainnya, terkait dengan ini, untuk sementara keterangan yang kita peroleh begitu,” jelas Kapolres.

Baca Juga:  Masuk Pemukiman Penduduk, Harimau Sumatera Tewas Dibantai Warga

Adapun 11 ABK yang selamat dari tenggelamnya kapal Tagboat tersebut, antara lain, Samsuddin, 35 (Jakarta), Imam, 23 (Berbes), Umberto, 45 (Ternate), Said, 25 (Solo), dan Andika, 27 (Bandung).

Kemudian, Kapten kapalnya, Hendri, 26 (Jakarta), Sardi, 26, (Jambi), Suandi, 26 (Sulawesi), Arif Sutopo, 27 (Solo), Hartono, 45 (Jakarta),  dan Relus, 26 mengaku dirinya berasal dari (Kutacane), Aceh Tenggara. [Tarmizi A. Gani]

Terkait


Berita Terbaru