Home / NEWS / Ijazah Bupati Bireuen Dipastikan Tidak Palsu

Ijazah Bupati Bireuen Dipastikan Tidak Palsu


BIREUEN, ACEH| Terkait dengan tuduhan yang beredar tajam di publik bahwa ijazah palsu Madrasah Aliyah (MA) milik Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud yang dikeluarkan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) MUDI Mesra Samalanga hal ini diakui sebagai ijazah asli, sah dan resmi oleh pimpinan MUDI Mesra H. Hasanoel Basry atau lebih dikenal Abu MUDI pada media ini, Kamis, (8/10/2015) yang berhasil menemui Abu di kediamannya.

“Itu ijazah asli. Dia (Ruslan M Daud-red) memang pernah mondok di MUDI Mesra, terdaftar dibuku regestrasi santri  pada tahun 1990 dan tamat pada 22 juni 1999,” sebut Abu MUDI.

Baca Juga:  Minat Jadi PNS? 134 Ribu Lowongan CPNS 2015 Diumumkan Usai Lebaran

Dalam hal ini Abu MUDI menjelaskan bahwa ijazah Ruslan dibuat kembali pada awal tahun 2012, atas permintaan sendiri dengan alasan ijazah yang lama sudah hilang. Hal inilah ada yang menganggap menimbulkan kerancuan bahkan disinyalir palsu.

Ini terkait dengan kejanggalan tanggal dikeluarkannya ijazah (22 Juni 1999-red) yang sudah menggunakan kop Kabupaten Bireuen, padahal saat itu Kabupaten Bireuen belum lahir karena masih bergabung dengan Kabupaten Aceh Utara (Kabupaten Bireuen lahir Oktober 1999).

“Awal tahun 2012 Ruslan meminta kembali ijazahnya, dengan alasan ijazahnya sudah hilang. Setelah kami periksa di buku registrasi santri memang benar Ruslan M. Daud ada mondok di MUDI, makanya kami buatkan kembali ijazahnya. Cuma di blanko dengan kop Kabupaten Bireuen, karena blanko lama dengan kop Aceh Utara tidak ada lagi, tapi tetap dengan tanggal dimana Ruslan M Daud menamatkan pendidikan,” jelas Abu MUDI yang didampingi Said Mayeddin DMS, Wadir II Bidang administrasi dan Keuangan.

Baca Juga:  Wajah Baru DPRK Bireuen Periode 2014-2019

Abu MUDI menegaskan, terkait dengan permintaan ijazah kembali dengan alasan hilang bukan untuk Ruslan M Daud saja diberikan. “siapapun yang meminta ijazah kembali jika memang pernah mengenyam pendidikan di MUDI Mesra dan terdaftar dibuku regestrasi santri pasti akan dikeluarkan ijazah baru,” tegasnya.

Kemudian Abu MUDI juga menjelaskan bahwa masalah umur tidak dibatasi untuk mengenyam pendidikan di pesantren, hal ini beda dengan pendidikan formal.

Informasi lainnya, Abu MUDI juga menyampaikan bahwa terkait dengan isuijazah palsu, pihak MUDI Mesra sudah pernah dimintai keterangan oleh Polres Bireuen. “Kami sudah dimintai keterangan, kami menjelaskan seperti menjelaskan kepada anda hari ini,” pungkas Abu MUDI. [Tarmizi A. Gani]

Terkait


Berita Terbaru