Home / NEWS / Menkes Bilang Begini; Kalau karena Asap Orang Mati, Sudah Bertebaran Dong

Menkes Bilang Begini; Kalau karena Asap Orang Mati, Sudah Bertebaran Dong


JAKARTA| Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengakui, jumlah masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) semakin meningkat akibat kebakaran yang tidak kunjung padam.

Namun Menkes Nila menegaskan, jatuhnya korban jiwa tidak karena disebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Sebab secara logika, jika penyebab kematian adalah asap, maka jumlah korban jiwa dapat lebih banyak dari saat ini.

“Misalnya penderita paru-paru yang jelek, begitu udara jelek saya keluar, akhirnya saya sesak, bisa mati saya. Jadi bukan karena asap terus kita mati. Kalau begitu, pasti sudah banyak yang bertebaran meninggal dong,” ujar Nila seperti dilansir Kompas[Baca Juga: Netizen Minta Menkes Berkantor di Pekanbaru]

Baca Juga:  Puluhan Ton Bawang dan Ratusan Balpres Pakaian Bekas Dimusnahkan

Meski demikian, Menkes menyarankan masyarakat tetap berada di dalam rumah saat indeks pencemaran udara ada di angka berbahaya. “Hari ini misalnya Anda yang ISPA, kemudian besok saya yang ISPA, besok lagi Anda. Jadi mungkin anda pulang sudah baik, saya yang besok (terkena). Jadi kumulatifnya akan tinggi,” ungkap Nila.

Selain itu, Nila juga membantah adanya upaya membatasi distribusi obat dan masker untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ia menegaskan bahwa segala jenis bantuan kesehatan telah dikirim untuk dibagikan ke masyarakat setempat.

Nila menjelaskan, pemerintah telah mengirim bantuan obat-obatan, masker, dan oksigen sebanyak 27.595 ton. Dalam bantuan itu, terdapat juga masker jenis N95 meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding masker kesehatan biasa.

Baca Juga:  Dinkes Sumut Distribusikan Masker ke Kabupaten/Kota

“Oh enggak, kami tidak ada penghematan. Kan kita ada obat-obatan itu penyimpanan untuk kalau ada kejadian (luar biasa). Jadi kita selalu punya cadangan. Dan itu kita sudah keluarkan semua,” ucap Nila. Meski demikian, kata Nila, dirinya menyadari bahwa bantuan yang digelontorkan belum mampu menekan jumlah masyarakat yang terkena ISPA. [ded]

Terkait


Berita Terbaru