Home / MEDAN TODAY / Empat Instansi Teken MoU Bangun Rel Ganda Medan-Kualanamu

Empat Instansi Teken MoU Bangun Rel Ganda Medan-Kualanamu


Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bersama Menhub Ignasius Jonan dan dua anggota Komisi V DPR RI Salim Fahri dan Anton Sihombing, menyaksikan penandatanganan MoU pembangunan jalur ganda keretaapi dari Stasiun Medan menuju Bandara KNIA. Penandatangan berlangsung di aula Bandara KNIA, Kamis (8/10/2015).

MEDAN| Empat instansi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan jalur ganda (double track) keretaapi dari Stasiun besar Medan menuju Bandara KNIA, Deliserdang, di Aula Bandara KNIA, Kamis (8/10/2015).

Penandatanganan MoU langsung dilakukan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko, Direktur Utama (Dirut) Angkasa Pura 2 Budi Karya Sumadi, Dirut Railink Heru Kuswanto dan Dirut KAI Edi Sukmoro di Aula Bandara KNIA.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, Plt Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi dan  anggota Komisi V DPR RI Salim Fahri dan Anton Sihombing, turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Menurut Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko, ruang lingkup MoU meliputi penyediaan lahan lokasi pembangunan jalur ganda dan bangunan lintasan serta sarana prasarana pendukung. “Kami membangun jalurnya, sedang KAI dan AP 2 menyediakan lahannya. Kita saling dukung,” ujar Hermanto.

Baca Juga:  Jurus Hadapi Begal ala Wakil Walikota Medan: "Lempar Pake Batu Pelakunya"

Hermanto juga berharap MoU dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara instansi. “Semoga perjanjian kerjasama pembangunan bisa ditandatangani dalam 3 bulan ke depan,” harap Hermanto.

Sementara Menhub Ignasius Jonan mengatakan, rencana pembangunan jalur kereta api cepat menuju Bandara KNIA telah bergulir sejak empat tahun lalu. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi antrean kereta api umum dengan kereta api cepat menuju Bandara KNIA.

Menurutnya, pembangunan jalur ganda kereta api Medan-Kualanamu masih menyisakan ganjalan mengenai pembebasan lahannya. Mayoritas warga setuju, hanya saja di kawasan Binjai masih ada warga yang enggan bergeser dari kawasan milik PT KAI itu. Mereka mengklaim sudah diizinkan oleh pemerintah kota setempat pada masa lampau.

Baca Juga:  Pemko Medan Berhentikan 12 Direksi BUMD

“Semoga pembangunan natinya tidak mengalami kendala. Diharapkan semua pihak saling bantu agar segera terealisasi,” pesan Ignasius. [ded]

Terkait


Berita Terbaru