Home / NEWS / Terkait Suap Interpelasi, Plt Gubernur Sumut Turut Diperiksa KPK

Terkait Suap Interpelasi, Plt Gubernur Sumut Turut Diperiksa KPK


Tengku Erry Nuradi, Ketua Nasdem Sumut |Ilustrasi

JAKARTA| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Senin (12/10/2015). Tengku Erry diperiksa sebagai saksi sehubungan dengan perkara pengajuan hak interpelasi terhadap Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nogroho.

Pantauan wartawan, Tengku Erry sudah berada di gedung KPK sejak pagi tadi. Saat ini Erry sudah berada di dalam gedung KPK untuk dimintai keterangan.

“Pendalaman terkait interpelasi,” kata Pelaksana tugas (Plt) Komisioner KPK Indriyanto Seno Adji saat dihubungi.

Seperti dilansir Aktual.com, pemeriksaan kepada Tengku Erry yang juga Ketua Nasdem Sumut dilakukan untuk mengonfirmasi beberapa temuan KPK, diantaranya mengenai masalah Hasban Ritonga yang dilantik sebagai Sekretaris Daerah. Pasalnya, pelantikan Hasban disinyalir hubungannya erat dengan ‘power sharing’ antara Gatot dan Partai Nasdem.

Baca Juga:  Surya Paloh Bantah Jadi Makelar Kasus Bansos Sumut

Dikutip dari Aktual.com, pertemuan di DPP Partai Nasdem antara Gatot, Erry, OC Kaligis dan Surya Paloh diduga membicarakan soal ‘power sharing’ jabatan di Pemprov Sumut. Pembagian jatah itu merupakan kesepakatan antara Gatot dengan kakak Surya Paloh, Rusli Paloh. [Baca Juga: Enam Anggota DPRD Sumut Kembalikan Duit ke KPK]

“Bukan soal pelantikan saja, disinyalir Erry juga akan dimintai keterangan ihwal tidak optimalnya Pendapatan Asli Daerah Pemprov Sumut, sehingga menimbulkan banyak hutang terhadap pihak kontraktor sebagai rekanan pemerintah,” demikian Aktual.com yang terbit sesaat lalu.

Sebelumnya Tengku Erry juga pernah menjalani pemeriksaan di KPK terkait kasus suap hakim PTUN Medan dimana kasus ini menjerat Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti. KPK menetapkan menetapkan setidaknya tujuh tersangka dalam kasus ini, selain Gatot dan Istri juga OC Kaligis serta seorang pengacara dan 3 majelis hakim PTUN Medan. [ded]

Terkait


Berita Terbaru