Home / MEDAN TODAY / 10 Kg Sabu Dalam Kemasan Teh China, Modus Baru Bandar Sabu di Medan

10 Kg Sabu Dalam Kemasan Teh China, Modus Baru Bandar Sabu di Medan


MEDAN| Semakin lihai saja para pengedar narkoba di Indonesia. Di Medan, demi melancarkan bisnisnya, para bandar sabu menggunakan berbagai cara, termasuk yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan ini. Dua pelaku, yang merupakan kurir sekaligus bandar narkoba jaringan internasional, menggunakan modus kemasan teh China untuk meloloskan sabu seberat 10 Kg.

“Petugas mengamankan barang bukti 1 Kg narkoba jenis sabu-sabu kelas I. Sabu tersebut sebenarnya ada 10 Kg, namun 9 Kg sudah berhasil mereka pasarkan ke daerah-daerah seperti Tebingtinggi, Batubara dan Deliserdang,” ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Narkoba, Kompol Wahyudi, dalam konfrensi pers Senin (12/12/2015) malam.

Baca Juga:  Razman Arif Nasution Mundur Sebagai Kuasa Hukum Gatot

Dua pelaku yang berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, adalah berinisial AH (42) warga Medan dan AC (41) warga Siantar. Kapolresta bilang, sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa ke Tanjungbalai dan disebar di Kota Medan.

“Untuk mengelabui petugas, pelaku memasukkan sabu-sabu itu ke dalam bungkus teh China  yang kemudian plastik itu dipress. Jadi seolah olah-olah di dalam bungkus itu adalah teh China. Para pelaku mengambil sabu itu dari Tanjung Balai melalui jalur darat,” ungkapnya.

Sesampainya di Medan, para pelaku kemudian sabu di dalam plastik teh dibagi dua. Selanjutnya, sabu yang telah dibagi dua itu, lalu diberi cairan tambahan dan dipasarkan.

Baca Juga:  Briptu Roy Saragih Jadi Bandar Sabu, Polda Sumut Geram

“Dari pengakuannya, kedua pelaku telah tiga kali menerima sabu-sabu tersebut. Salah seorang pelaku berinisial AC merupakan resedivis yang bebas bersayarat dalam kasus narkoba,” ujarnya.

Mardiaz mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. “Kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 114 (2) yo 112 ayat (2) jo 132 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. [rez]

Terkait


Berita Terbaru