Home / MEDAN TODAY / 54 Kg Ganja Dibawa ke Jambi Manfaatkan Bencana Kabut Asap

54 Kg Ganja Dibawa ke Jambi Manfaatkan Bencana Kabut Asap


ganja ilustrasi

MEDAN| Sebanyak 54 Kg ganja siap dikirim para bandar narkoba ke Jambi, wilayah yang selama ini tengah dilanda bencana kabut asap. Para bandar narkoba sepertinya mencoba memanfaatkan kelengahan petugas yang fokus memadamkan bencana kabut asap.

Beruntung, pengiriman ganja siap edar tersebut berhasil dicegah Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, saat akan dibawa dua kurir dalam bus Putra Pelangi BL 7304 AK jurusan B Aceh- Medan, Rabu (14/10/2015) sekitar pukul 05.00 pagi.

Kedua kurir yang diamankan adalah Agus Rizal (19) warga dusun Blang Rantau, Desa Rise Sawah, Aceh Utara dan Daniel (18) warga desa Babahkrung Sawang, Aceh Utara. Dari kedua pelaku, petugas mengamankan barang bukti 54 Kg ganja dengan perincian 1 tas berisi 8 kg dan 3 kotak berisi 46 kg.

Baca Juga:  Akhyar Sosialisasi Perwal Kota Medan 27/2020 di STIKes Senior

Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Ridwan, mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan ada penumpang bus yang membawa ganja.Informasi berharga tersebut ditindaklanjuti dengan menghentikan bus Putra Pelangi di daerah Stabat, Kabupaten Langkat.

“Petugas lalu melakukan pemeriksaan kepada penumpang bus Danil yang duduk dibangku no 7 dan  Agus yang duduk di bangku nomor 8. Di situ kita temukan satu tas warna hitam yang berisikan 8 kg daun ganja,” katanya.

Selanjutnya, petugas lalu melakukan pemeriksaan dan menemukan 3 kotak yang berisi 46 Kg daun ganja di bagasi bus.
“Dari pengakuannya barang haram itu merupakan kepunyaan seseorang dengan nama Ardi,  warga Sawang, Aceh Utara. Ganja itu akan dibawa ke Jambi,” jelasnya.

Baca Juga:  Grebek Rumah Pengedar Narkoba di Sunggal, Polisi Sita 2,6 Kg Sabu

Diungkapkannya, kedua kurir ini dijanjikan akan mendapatkan uang Rp 400 ribu setiap Kg-nya, jika berhasil mengantarkan ganja tersebut ke Jambi.

Kedua pelaku nemaiki bus Putra Pelangi di pinggir Jalan Krueng Keukeuh,  Lhoksumawe pada Selasa (13/10) sekitar pukul 22.30 Wib. “Para pelaku baru diberi uang Rp800 ribu untuk uang jalan dan jika berhasil mengantarkan ganja tersebut, maka mereka akan mendapatkan upah Rp400 ribu setiap 1 Kg daun ganja,” ujarnya.

Dari pemeriksaan terhadap kedua pelaku, petugas kini menfokuskan pengembangan kepada pemilik ganja tersebut. [ded]

Terkait


Berita Terbaru