Home / MEDAN TODAY / Biadab! Pelaku Gorok Leher Anak 7 Tahun di Kamar Mandi

Biadab! Pelaku Gorok Leher Anak 7 Tahun di Kamar Mandi


MEDAN| Peristiwa pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Medan Selayang tergolong sadis. Pasalnya, tiga korban yang tewas, seluruhnya dengan luka bacokan. Bahkan, Andika, salah seorang korban yang masih berusia 7 tahun dengan luka menganga di lehernya.

Bocah berkulit putih dan ganteng itu, ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi dengan bagian kepalanya berada di atas WC duduk. Darah merah yang mengalir deras dari lehernya membasahi kaos putih dan jins pendek.

Dari gambar yang beredar, sepertinya pelaku sengaja memposisikan tubuh korban sedemikian rupa untuk memudahkannya memotong leher korban yang duduk di Kelas I SD Harapan, Medan.

“Pembunuhnya sadis kali. Seperti mau menyembeli hewan saja. Aku gak tega melihat foto itu,” ujar Fadly, seorang warga yang merasa geram dengan aksi pelaku.

Baca Juga:  Pengakuan Pelaku, Dosen UMSU Dibunuh karena Diancam Tak Lulus Mata Kuliah

Tak hanya Andika, tindakan pelaku kepada pasangan suami istri Yakub Mukchtar (63) dan Yati tak kalah sadis. Keduanya tewas dengan luka tusuk dan bacokan di bagian leher. Korban Yakub ditemukan di ruang tengah dengan bersimbah darah. Bekas luka sabetan terlihat di leher sebelah kanan.

Sementara istrinya, Yati ditemukan dengan tubuh terlentang di lorong kamar mandi, tempat Andika dieksekusi pelaku. Darah berceceran di sepanjang lorong kamar mandi tersebut. Korban masih mengenakan daster berwarna merah.

Seperti diberitakan, ketiga korban pembunuhan tersebut ditemukan pertama kali oleh Ibu Andika, Melissa Mukhtar di kediaman orangtuanya di Jalan Sei Padang, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (23/10/2015).

Baca Juga:  Djarot Belum Temukan Pasar Tradisional yang Bagus di Medan

Melissa tak henti-hentinya menangisi kematian anak serta kedua orangtuanya itu.

Menurut Melissa, ayahnya Yakup Mukhtar sendiri merupakan pensiunan dari pabrik semen PT Andalas. Pernah menjadi anggota Kadin dan kini menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pupuk yang berkantor di Jalan SM Raja, Medan.

Pasangan suami istri itu, mempunyai tiga orang anak yang kesemuanya perempuan, Melissa, Mollita dan Rika.

Mellisa bekerja di Bank Niaga cabang Juanda dan Mollita berprofesi sebagai seorang blogger.

Hingga sore tadi, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. Polisi juga masih melakukan pencarian barang bukti dan pelaku. Di lokasi kejadian, polisi menemukan kain putih yang berlumuran darah di belakang rumah korban.

Baca Juga:  Berkat Kebijakan Baju Adat  Bobby Nasution, Pelaku UMKM di Medan Terbantu

Kuat dugaan, kain berwarna putih tersebut digunakan untuk membersihkan darang senjata tajam usai membunuh korban.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi membentuk tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Sumut, Satreskrim Polresta Medan, Shabara Polda Sumut dan Intelkam Polresta Medan.

“Kita belum mengetahui motifnya, karena masih melakukan penyelidikan. Nanti akan kita beritahu,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto di lokasi kejadian.

Menurutnya, jenazah ketiga korban sudah dibawa ke rumah Sakit untuk diotopsi dengan menggunakan dua unit mobil. [ded]

Berita Terkait: Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan Selayang

Terkait


Berita Terbaru