Home / NEWS / Gatot Sebutkan Peran Jaksa Agung di Tipikor

Gatot Sebutkan Peran Jaksa Agung di Tipikor


Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

JAKARTA| Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho untuk pertama kalinya dihadirkan dalam sidang suap hakim PTUN Medan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Gatot dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa, panitera PTUN Medan Syamsir Yusfran dan Ketua Hakim PTUN Medan, Tripeni Irianto.

Persidangan ini merupakan lanjutan kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan dengan terdakwa Tripeni Irianto. Selain Gatot, jaksa KPK juga menyertakan dua saksi lain, yaitu: Anak buah OC Kaligis Yagari Bastari (Geri), dan Evy Susanti, istri muda Gatot.

Mengenakan batik lengan panjang berwarna krem, Gatot duduk di kursi saksi didampingi Evy Susanti dan Geri.

Di hadapan hakim, Gatot mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengenal Syamsir Yusfran yang bekerja sebagai panitera PTUN Medan. Namun dia mengakui, ada upaya jalur hukum yang direncanakan pengacaranya, OC kaligis.

Terkait adanya suap kepada Syamsir Yusfan, Gatot tidak mengetahui secara rinci, karena perkara itu sudah diserahkan kepada OC Kaligis dan istrinya Evy Susanti.

Belakangan diketahui ada aliran dana 2.500 dollar kepada terdakwa Syamsir Yusfan melalui kantor pengacara OC Kaligis.

Baca Juga:  Ini Alasan KPK Tetapkan Gatot dan Istri Mudanya Menjadi Tersangka

“Seingat saya tidak. Bahwa kemudian ada permintaan dari OC, dilaporkan (Evy Susanti) ke saya,” ujar Gatot ketika jaksa KPK bertanya sejauh apa dia mengetahui aliran dana dalam bentuk dollar ke hakim PTUN Medan.

Menurut Gatot, gugatan ke PTUN merupakan inisiatif dari Otto Cornelis Kaligis selaku pengacara pribadinya.

“Pak OC Kaligis mempertegas bahwa dalam hal ini PTUN harus tetap berjalan,” kata Gatot di persidangan perdananya, Kamis (22/10/2015).

Gugatan PTUN yang dimaksud adalah terkait kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam menyelidiki kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemprov Sumut. Tujuan dari gugatan atas nama Kabiro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis itu adalah menghambat langkah penyelidikan pihak Kejati yang mulai mengarah kepada Gatot.

Gatot mengaku sejak awal tidak percaya ide Kaligis tersebut efektif untuk menghentikan Kejati. Namun Kaligis meyakinkan Gatot dengan mengatakan bahwa gugatan PTUN diperlukan sebagai pintu masuk untuk melobi Jaksa Agung M Prasetyo.

Baca Juga:  Melihat Ekspresi Tengku Erry saat Diapit Edy-Ijeck di Kantor Nasdem

“Pak OCK memberikan alasan bahwa kepentingan dari PTUN itu bagian upaya pertama untuk berkomunikasi dengan Jaksa Agung,” ungkapnya.

Gatot pun akhirnya mendukung gugatan tersebut. Gatot mengakui menyerahkan uang dalam bentuk dollar sebanyak dua kali. Pertama saat dia berada di Jakarta, menyerahkan uang sebanyak 35 ribu dollar. Adapun sisanya 2.500 dollar diberikan belakangan.

Pernyataan Gatot tersebut dikuatkan istrinya, Evy Susanti. Menurut Evy, OC Kaligis terus meyakinkan betapa pentingnya memenangkan perkara PTUN. Padahal suaminya Gatot sempat dua kali menolak.

Dalam kesaksiannya, Evy menjelaskan uang 30 ribu dollar dia serahkan ke kantor Pengacara OC kaligis. “Uang itu diterima oleh ajudan Pak Kaligis,” terangnya saat menjadi saksi untuk terdakwa Ketua Hakim PTUN Medan, Tripeni Irianto.

Berdasarkan dakwaan untuk OC Kaligis, sebagian dari uang USD 32 ribu itu berakhir di tangan tiga hakim PTUN Medan dan Syamsir Yusfran sebagai panitera. Suap itu diberikan agar hakim memenangkan gugatan Ahmad Fuad Lubis.

Suap Ketua PTUN Medan
Sementara untuk persidangan terdakwa hakim Tripeni, saksi Gerry, mengakui menyerahkan amplop kepada Ketua PTUN Medan itu. Meski Tripeni Irianto sempat menolak, namun Gerry tetap memaksa.

Baca Juga:  Di KPK, Tengku Erry Buat Pengakuan Mengejutkan

Awalnya Gerry tidak mengetahui amplop tersebut berisi uang. Belakangan baru dia ketahui setelah ditangkap tangan KPK.

“Ya Pak, ini untuk bapak mudik. karena saya menjalankan perintahnya Pak OC. Karena Pak OC bilang sama saya seperti ini. Terus saya pamitan kepada terdakwa dan turun ke bawah. Dan sampai dibawah saya langsung OTT (Operasi Tangkap Tangan-red),” ujar Gerry di persidangan.

Hakim Tripeni didakwa menerima suap 2.500 dollar amerika serikat dan 5 ribu dollar singapura. Uang tersebut diserahkan pengacara Gerry melalui kantor pengacara OC Kaligis.

Suap ini diberikan terkait sidang yang digelar untuk menguji kewenangan Kejati Sumut atas penyelidikan dugaan korupsi dana bansos yang diajukan ke PTUN Medan.

Lalu, apa komentar Jaksa Agung, HM Prasetyo? Baca Juga: Di Bawah Sumpah, Gatot Beberkan Peran Elit Nasdem di Pusaran Korupsi. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru