Home / NEWS / Surya Paloh Tantang KPK Gelar Rekonstruksi di Kantor Nasdem

Surya Paloh Tantang KPK Gelar Rekonstruksi di Kantor Nasdem


Sura Paloh Datangi KPK. [Foto: RepublikaOnline]

JAKARTA| Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam di gedung KPK Jakarta, Jumat (23/10/2015). Kepada penyidik KPK, Surya Paloh tantang KPK untuk melakukan rekonstruksi di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem.

“Bahkan saya menawarkan kalau masih perlu dirasakan ada hal yang lebih memperkuat boleh dijadwalkan ulang. Ini penting untuk memang sebuah transparansi, kalau diperlukan, kalau tidak ya tidak apa-apa. Saya telah tawarkan rekonstruksi ulang, kalau perlu live di stasiun TV, apa sih isinya pertemuan itu, siapa yang duduk, apa bicara, karena ini semua penting tapi itu terserah kepada penyidik,” kata Surya Paloh seusai diperiksa.

Surya diperiksa sebagai saksi dalam kasus kasus dugaan tindak pidana korupsi suap kepada anggota DPR terkait penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan atau Kejaksaan Agung. Ia datang lebih cepat dari jadwal pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Senin (26/10/2015).

Baca Juga:  Gedung Baru KPK yang Megah dan Kokoh Diresmikan

Pertemuan tersebut terjadi pada Mei 2015 yang dihadiri oleh Surya Paloh, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Wakil Gubernur Sumut yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Sumut Erry Nuradi serta mantan Ketua Mahkamah Tinggi Nasdem OC Kaligis.

Pada pertemuan itu Erry meminta agar Gatot juga memberikan jatah sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Sumut.

“Materi pertanyaan memang seputar dari pada masalah Pak Gatot, Bung Patrice Rio Capella, khususnya pertemuan di DPP Partai Nasdem ya. Nah ini digali sedemikian rupa dengan sedetil-detilnya dan dijawab juga dengan apa yang saya pahami. Artinya bahwa apa yang telah dilakukan KPK pada malam hari ini saya yakin dan percaya adalah suatu hal yang lebih untuk memparipurnakan agar mudah-mudahan masalah ini segera selesai,” tambah Surya.

Baca Juga:  Personil Lantas Polsek Kualah Hulu Gagalkan Peredaran 13 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Butir Ekstasi

Setelah pertemuan itu, Surya juga menjamin tidak ada pertemuan antara dirinya dengan Jaksa Agung HM Prasetyo yang juga kader Partai Nasdem. “Tidak ada, tidak ada,” kata Surya saat ditanya mengenai pertemuan dengan Prasetyo.

Namun Surya tidak menjawab dengan jelas mengenai pemberian uang Rp200 juta dari istri Gubernur Sumut Evy Susanti kepada Rio Capella untuk mengamankan kasus Gatot. “Tidak ada, tadi juga ditanyakan, tapi semua sudah clear, seperti yang sudah kalian beritakan selama ini,” ungkap Surya.

Sehingga Surya memastikan tidak ada kaitan kasus itu dengan Jaksa Agung HM Prasetyo.

“Itu masalah kita sebagai satu bangsa selalu menempatkan faktor kecurigaan itu yang paling di depan, baru tingkat objektivitas dan faktanya belakangan, ini yang salah. Tidak ada kaitannya dengan itu, dan saya pastikan itu,” tegas Surya sambil masuk ke mobil VW Caravelle bernomor polisi B 240. [ded|ant]

Baca Juga:  Sutan Bhatoegana Bisa Saja Dijerat TPPU

Baca Juga:
Di Bawah Sumpah, Gatot Beberkan Peran Elit Nasdem di Pusaran Korupsi

Terkait


Berita Terbaru