Home / NEWS / Soal Pejabat Kejagung Terima Rp 500 Juta, Ini Jawaban KPK

Soal Pejabat Kejagung Terima Rp 500 Juta, Ini Jawaban KPK


JAKARTA, EDISIMEDAN| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta ikut menyelidiki dugaan keterlibatan Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Maruli Hutagalung dalam kasus suap Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

Pasalnya, Maruli diduga terlibat dalam kasus dugaan suap dana bansos sebesar Rp 500 juta dari Evy Susanti, istri Gatot Pujo Nugroho.

Namun KPK  menolak untuk memeriksa pejabat Kejagung tersebut. Menurut Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, kasus dana bansos bukan otoritas pemeriksaan di KPK.

“Kasus bansos itu menjadi otoritas pemeriksaan di Kejaksaan. Jadi kami menyerahkan semua dugaan terkait bansos Pemprov Sumut kepada Kejagung,” kata Indriyanto di Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Baca Juga:  Kesal Diusir Istri, Amrizal Pukul Anak Tirinya dengan Martil

Indriyanto bilang, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan perkara suap tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan yang kini ditangani KPK.

Baca Juga :
    Duh! Evy Susanti Setor Rp 500 Juta untuk Kejagung
    Jaksa Agung Merasa Disudutkan dalam Pusaran Korupsi Sumut

Sebelumnya, Evy mengakui menyerahkan uang setengah Miliar kepada Maruli melalui OC Kaligis untuk mengamankan penanganan perkara Gatot. Namun, dia tidak dapat memastikan kebenaran uang tersebut diterima Maruli yang merupakan mantan Kajati Papua itu. OC Kaligis sendiri tidak mau berkomentar banyak mengenai pengakuan Evy itu. [ded]

Terkait


Berita Terbaru