Home / MEDAN TODAY / Waspada! Modus Penipuan Emas Bersertifikat di Angkot

Waspada! Modus Penipuan Emas Bersertifikat di Angkot


EDISIMEDAN.com, MEDAN – Ragam modus penipuan di angkutan kota (Angkot) kerap terjadi di Medan. Salahsatunya adalah modus penemuan perhiasan emas lengkap dengan kuwitansi jual belinya. Meski sebenarnya ini modus lama, tapi penipuan model begini masih terus berulang dengan korban mencapai puluhan orang.

Sejumlah orang yang pernah menjadi korban penipuan dengan modus emas bersertifikat ini, mengaku mengalaminya ketika naik angkot berbagai trayek di Terminal Amplas maupun Pinangbaris. Bahkan sebagian diantaranya bilang, beberapa para pelaku ada yang bekerjasama dengan supir angkot untuk mengincar korbannya.

Biasanya modus ini dilakukan pelaku sedikitnya berjumlah dua orang. Mereka menyaru sebagai penumpang untuk mengibuli korbannya dengan berpura-pura menemukan emas dalam angkot. Emas tersebut dibungkus surat, seolah-olah emas itu adalah asli padahal palsu.

Selanjutnya, pelaku membujuk korban agar emas yang ditemukan tersebut dibagi bersama. Dan mereka mengajak korban untuk turun di suatu tempat untuk melanjutkan pembicaraan tadi.

“Kedua pelaku seolah saling tidak percaya dan bertengkar untuk menentukan siapa yang berhak menyimpan emas temuan tersebut. Lalu keduanya sepakat mempercayakan emas tadi ke korbannya. Tapi dengan syarat, korban menyerahkan jaminan kepada korban, baik itu berupa uang, handpone atau perhiasan korban,” jelas Herbert Rambe, seorang netizen mengilustrasikan modus penipuan ini di facebooknya.

Korban yang tergoda dengan harga emas di surat itu bernilai puluhan juta, akhirnya mau saja merelakan harta benda miliknya.

Di wall facebook Herbert itu, sejumlah netizen mengaku pernah mengalami kasus seperti ini. Bahkan beberapa diantaranya menjadi korban.

BACA JUGA
Mahasiswi di Medan Nyaris Diperkosa di Angkot
Derita Istri Muda. Ditampar, Dipijak-pijak dan Ditonton Warga

Baca Juga:  Akhyar : Kita Harus Bangun Kultur Baru Hadapi New Normal

Wenny Alfyonita misalnya. Dia mengisahkan pernah menjadi korban modus penipuan ini sehingga handpone dan uangnya lenyap.

“Kejadiannya di angkot 07 kuning. Pelaku 2 orang. Tapi ga bersamaan. Yang satu lagi naiknya di jalan setelah pelaku satu lagi udah dapatin korban. Jadi seakan akan pelaku benar-benar kenal di angkot,” jelasnya.

Menurut Wenny, pelaku seolah menemukan emas di bawah kakinya. Selanjutnya mereka mengajak Wenny turun dari angkot.

“Saat kami turun, di situlah pelaku nyuruh aku pegang emasnya dan mereka yang pegang hp n duitku sebaga jaminan. Aku dinaikin di angkot, nah setelah itu gak ada kabar. Sedih kalo ingat itu,” tuturnya.

“Aku udah pernah korban ini di angkot 135 dari Simpang Pos ke Eka Prasetya Helvetia. Hp 7610 lenyap ama cincin 3 gram,” ujar Lilis Asroma Firella, korban lainnya.

Sementara Yetty Anastasia Zebua mengaku modus penipuan ini sudah lama terjadi. Soalnya dia juga pernah menjadi korban.

“Sama percis dengan yang saya alami tahun 2008 angkot 104 dari Amplas ke Pancing. Hp sy harga Rp 5 juta berhasil mereka ambil. Untung seminggu kemudian, salah satu komplotannya tertangkap dan hany sanggup mengganti Rp 2jt. Sampai sekarang trauma asal lewat jalan SM Raja,” tuturnya.

Sedita Samosir mengalami kasus serupa tahun 2005 silam. Saat itu dia masih menjadi mahasiswi. Saat itu dia naik Angkot Rahayu 57 dari Terminal Amplas.

“Kejadiannya tahun 2005 jam 6 pagi dari Amplas Angkot 57 Rahayu. Kami berbincang-bincang diangkot dan turun di depan sekolah MAN. Dan meminta hp, cicin, kalung saya. Sesudah itu diapun menaikkan aku ke angkot mau pulang ke rumah (di pancing). Sudah di rumah baru sadar bahwa aku ditipu,” tuturnya,

Baca Juga:  Duh, Ngaku-Ngaku Sebagai Co- Pilot, Pemuda Ini Tipu Kapolres Sergai

Meski modus penipuan ini sudah lama terjadi, namun korban terus berjatuhan.

“Saya sudah kena 3 bulan yang lalu. Sama persis dgn kasus ini. Tapi saya hanya hilng kalung dan cincin aja. Jumlahnya Rp 2,4 juta aja,” tuturnya.

Hal serupa dialami Felix Usgha Simatupang. Malah dia mengaku mengalaminya 2 minggu lalu.

“Baru 2 minggu gue kena penipuan ini, iphone 5S, Blackberry Dakota dan uang Rp 2juta raib. Semoga dibalik ini semua ada hikmahnya. Amin,” bebernya.

Kisah Yenni Sinaga lain lagi. Sebab dia hampir menjadi korban ketiga kalinya oleh pelaku yang sama.

“Dulu di angkot 135, laptopku dibawa kabur. Kalo ingat itu rasanya geram minta ampun. Untuk kedua kalinya ketemu modus ini juga di angkot 103 jurusan Unimed. Sial pulang dinas, aku liat pelaku kemarin lagi nyari mangsa di depan Amplas,” turut Yenni Sinaga.

“Ya Tuhan, kok masih ada yang kek gitu. Persis yang aku alami tahun 2008. Saya pulang dari Siantar langsung naek angkut dari Amplas trayek 57 merah. Tiba-tiba naek 2 orang. Nunjukin emas yang dibungkus dengan uang 10 ribu dan kertas emasnya senilai Rp17 juta. Pendek cerita, habislah aku kurang lebih Rp 4 juta,” curhat Kormi Panjaitan.

Dari diskusi tersebut, para korban mengaku secara sadar menyerahkan harta bendanya. Sebab menurut Junus Pasaribu, yang pernah ngalami modus ini, harga emas yang ditemukan di angkot itu, nilainya puluhan juta.

Baca Juga:  Modus Penipuan Mirip Kanjeng Dimas Ada di Marelan

“Saya mengalami ini saat pulang dari kampung ngambil angkot dari Amplas menuju Tanjungsari. Harga emasnya waktu itu Rp 28 juta,” akunya.

Sejumlah korban yang nyaris terkena modus penipuan ini memberikan solusi agar tidak sampai menjadi korban penipuan emas bersertifikat tersebut. Mereka menyarankan agar tidak tergoda modus penipuan yang dijanjikan para pelaku.

Apalagi penipuan di angkot punya modus bermacam-macam. Selain emas, ada pula yang mengiming-imingi benda pusaka atau menemukan cek bernilai ratusan juta rupiah.  Sebagian lainnya menipu dengan cara hipnotis, tapi ada pula penipuan memanfaatkan kelalaian korbannya.

“Saya gak mau meladeni orang asing yang sok akrab terus saya banyak-banyak berdoa dan tidak lihat mata pelaku takut dihipnotis juga,” kata Evi Indayati yang nyaris jadi korban 7 tahun lalu.

Netizen lain Jhon Roy Padang menyarankan agar jangan tertarik dengan sesuatu yang bukan menjadi milik kita. Karena pada akhirnya bukannya untung malah buntung.

“Saya juga pernah mengalaminya naik angkot 04 pintu belakang dari amplas menuju Jalan Sutomo Medan. Modusnya juga sama pura-pura menemukan emas di bawah bangku penumpang. Emasnya cukup besar sehingga membuat orang yang melihat tertarik. Untungnya saya tidak tertarik dengan penawaran yang di lakukan. Intinya jangan langsung hijau mata kita melihat hal-hal yang bukan milik kita. Disyukuri saja yang ada sama kita. Kalau rezeki gak kemana,” kata Jhon menuturkan pengalamannya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru