Home / MEDAN TODAY / 18 Camat di Medan Diperiksa Kejagung untuk Verifikasi Alamat Penerima Bansos

18 Camat di Medan Diperiksa Kejagung untuk Verifikasi Alamat Penerima Bansos


MEDAN| Sebanyak 18 dari 21 Camat yang berada di Kota Medan diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi atas perkara dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Provinsi Sumatera Utara. Seluruhnya hari ini, Jumat (20/11/2015), diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di Jalan Adinegoro.

Mereka dimintai keterangannya untuk perkara yang menyeret Gubernur  Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan mantan Kepala Kesbangpol dan Linmas Provsu Eddy Sofyan yang juga Pj Walikota Siantar. Keduanya sudah ditahan pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung karena diduga  menyelewengkan dana Bansos yang merugikan negara mencapai Rp 2,2 Miliar.

Ke-18 Camat tersebut antara lain, Kecamatan Medan Amplas, Medan Area, Medan Barat, Medan Baru, Medan Belawan, Medan Denai, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Kota, Medan Maimun, Medan Marelan, Medan Perjuangan, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal, Medan Tembung dan Medan Timur.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Rigid Beton Sibolga, Kejati Sumut Bidik Syarfi Hutauruk

“Kalo gak salah, yang tidak masuk (diperiksa) Camat Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Tuntungan,” kata Camat Medan Amplas,  Zul F Ahmad kepada EdisiMedan.Com saat dikonfirmasi, Jumat (20/11/2015).

Menurutnya, dia juga turut diperiksa penyidik Kejagung di Lantai II Kejari Medan. “Ya, lagi proses bang,” ujarnya.

Zul Ahmad tidak menampik, pemanggilan para camat ini dilakukan untuk verifikasi alamat penerima Bansos yang diberikan kepada organisasi kemasyarakat, pengurus masjid, gereja, yayasan dan beberapa organisasi lain yang berdomisili di Medan.

“Kami dimintai keterangan untuk memastikan alamat penerima Bansos,” tukasnya.

Zul mengaku, penyidik menanyakannya soal sejumlah lembaga penerima Bansos yang berada di wilayah Kecamatan Medan Amplas. “Nanti ya bang mau sholat dulu,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dikunjungi Bobby Nasution, Keluarga Nabila Terenyuh

Selain memeriksa Camat, tim penyidik Kejagung juga memeriksa beberapa kepala lingkungan (kepling) di Medan. Mereka juga dimintai keterangan terkait alamat lembaga penerima Bansos.

BERITA TERKAIT:
Terkait Bansos, Kejagung Periksa Kepling di Medan
Terungkap! Amankan Kasus Gatot di Kejagung, Evy Susanti Siapkan Rp 1 Miliar
Alasan Kejagung Tetapkan Eddy Sofyan dan Gatot Tersangka Bansos

Seperti diberitakan, sudah dua pekan terakhir tim penyidik Kejagung memeriksa ratusan penerima Bansos yang berdomisili di Medan.  [BERITA TERKAIT: Terkait Aliran Dana Bansos Rp 400 Juta, Kejagung Periksa Istri Pertama Gatot]

Kepala Kejari Medan Samsuri yang memfasilitasi penyidikan tersebut mengakui, pemeriksaan terhadap ratusan saksi itu untuk merampungkan berkas perkara milik tersangka kasus Bansos yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 2.2 miliar.

Baca Juga:  Permufakatan Jahat Diduga Terjadi Antara Gatot-Rio Capella dan Kejagung

Keterangan para saksi itu diperlukan untuk mencari indikator keterlibatan dua tersangka Bansos yaitu, Eddy Sofyan dan Gatot Pudjo Nugroho. Dimana keduanya ditengarai telah menyelewengkan dana Bansos, yang merugikan negara mencapai Rp 2,2 miliar.

“Dari situ bisa dilihat diindikator keterlibatannya antara tersangka. Itu berkaitan semuanya,” jelas Samsuri. [ded]

Terkait


Berita Terbaru