Home / NEWS / KPK: Kebakaran Kantor Dispenda Tak Pengaruhi Penyidikan Kasus Suap Gatot

KPK: Kebakaran Kantor Dispenda Tak Pengaruhi Penyidikan Kasus Suap Gatot


EDISIMEDAN| Penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam perkara dugaan suap yang dilakukan Gatot Pujo Nugroho, tidak akan terpengaruh pada kasus kebakaran Kantor Dispenda Sumut, Sabtu (21/11/2015).

Hal tersebut ditegaskan Pelaksana harian Humas KPK Yuyuk  Andriati menjawab spekulasi peristiwa kebakaran Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumatera Utara kepada EdisiMedan.Com, Minggu (22/11/2015).

Soalnya, pasca terbakarnya kantor Dispenda Sumut itu, muncul isu adanya unsur kesengajaan untuk menghilangkan barang bukti suap yang ada di kantor Dispenda.

Dalam mengembangkan kasus dugaan korupsi, tim penyidik KPK tidak akan terpengaruh dengan sejumlah isu-isu, termasuk spekulasi terbakarnya kantor Dispenda tersebut.

Baca Juga:  Polisi Siapkan Skenario Penjemputan Paksa Habib Rizieq

“KPK tidak akan berhenti memproses semua kasus yang terkait beberapa tindak pidana korupsi yang sudah dilakukan,” ujar Yuyuk dalam pesan elektroniknya.

Artinya, apakah akan ada tersangka baru?

“Saya tidak menyebutkan itu,” kata Yuyuk diplomatis.

BERITA TERKAIT
Kantor Dispenda Sengaja Dibakar? Sekdaprovsu: “Berpikir Positif Sajalah”
Kadispenda Akui Banyak Dokumen Penting Hangus Terbakar
Lengkapi Berkas Kasus Suap Gatot di DPRD, KPK Telah Periksa 100 Saksi

Menurut Yuyuk, kebakaran kantor Dispenda juga tidak dibahas baik di internal penyidik atau tingkat pimpinan KPK.

“Belum ada,” ujarnya.

Hanya saja, dia mengaku dari sejumlah penggeledahan di beberapa kantor SKPD Provsu, kantor Dispenda salah satu yang belum pernah digeledah. Meski Kepala Dinas Pendapatan, Rajali sudah pernah diperiksa sebagai saksi 6 November lalu.

Baca Juga:  Pengeroyok Polisi di Kampung Kubur Diringkus

Rajali saat itu diperiksa KPK bersamaan dengan Kepala Dinas Bina Marga Sumut M.A Effendy Pohan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Siti Hatati Suryantini, Kadis Pendidikan Sumut Masri dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumut Pandapotan Siregar.

Yuyuk juga tidak menjelaskan lebih jauh rencana penyidik apakah akan mencari alat bukti di kantor Dispenda. “Soal rencana penggeledahan tidak pernah dipublikasikan,” katanya.

Mengenai rencana lanjutan KPK pasca selesainya pemeriksaan saksi-saksi untuk tersangka suap Gatot, Yuyuk enggan menjelaskan rencana KPK selanjutnya. “Saya tidak bisa memberikan info detil untuk proses kasusnya,” imbuh Yuyuk.

Namun dia memberikan gambaran sejumlah tahapan formal yang dilakukan penyidik KPK dalam kasus korupsi. “Masih melakukan proses penyidikan. Pengumpulan keterangan saksi dan konfrontasi saksi,” tukasnya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru