Home / NEWS / Kamaluddin dan 4 Pimpinan DPRD Sumut Ditahan di Rutan Berbeda

Kamaluddin dan 4 Pimpinan DPRD Sumut Ditahan di Rutan Berbeda


JAKARTA, EDISIMEDAN| Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014, Kamaludin Harahap, akhirnya ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/11/2015) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. 

Politikus Partai Amanat Nasional itu ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan hampir 10 jam. Kamaluddin sebelumnya diperiksa sejak Senin pagi pukul 09.30 WIB dan baru keluar gedung KPK pukul 19.30 malam ini.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan KH (Kamaluddin Harahap-red), Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014 untuk 20 hari pertama,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati kepada EdisiMedan.Com sesaat lalu.

Penahanan terhadap tersangka Kamaluddin Harahap tersebut menyusul empat pimpinan DPRD Sumut lainnya yang terlebih dahulu ditahan KPK karena diduga menerima uang suap dari Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.

Baca Juga:  KPK Bantah Walikota Medan Dzulmi Eldin Tersangka

Mereka adalah Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, serta Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Chaidir Ritonga dan Sigit Pramono Asri.

BACA JUGA
KPK Tahan Kamaluddin Harahap
Lengkapi Berkas Kasus Suap Gatot di DPRD, KPK Telah Periksa 100 Saksi
Sebelum Dibawa ke Rutan, Kamaluddin Harahap Salat Isya di KPK
KPK: Kebakaran Kantor Dispenda Tak Pengaruhi Penyidikan Kasus Suap Gatot

Pada 10 November lalu, Kamaludin sempat mangkir saat dipanggil penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan.  Kini Kamaluddin Harahap dan empat pimpinan DPRD Sumut ditahan di beberapa Rumah Tahanan (Rutan) berbeda.

Baca Juga:  KPK Panggil Surya Paloh untuk Tersangka Budiman Nadapdap

Saleh Harahap ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Ajib hah ditahan di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, Chaidir ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, dan Sigit ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat‎.

“KH ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur,” ujar Yuyuk Andriati.

Kamaluddin dan empat pimpinan DPRD Sumut itu ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumatera Utara kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Motif suap diduga untuk pelicin persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD provinsi Sumut tahun 2015.

Baca Juga:  Gelar Program SAPA SAYA, KPw BI Sumut Khitan 100 Anak Yatim dan Dhuafa

Gubernur Sumut nonaktif Gatot yang diduga selaku pemberi suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, lima legislator yang diduga sebagai penerima suap dijerat dengan UU Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP‎.‎ [ded]

Terkait


Berita Terbaru