Home / NEWS / Besok, Luhut Panjaitan Beberkan Posisinya di Kasus ‘Papa Minta Saham’

Besok, Luhut Panjaitan Beberkan Posisinya di Kasus ‘Papa Minta Saham’


EDISIMEDAN.com, JAKARTA – Tantangan Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan dirinya tak pernah terlibat dalam masalah saham PT Freeport Indonesia ditolak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Bagi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu, pemeriksaan itu penting untuk membersihkan namanya dalam kisruh negosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Soalnya, nama Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman perbincangan antara Setya Novanto, Riza Chalid, dan Maroef Sjamsoeddin.

“Saya ingin masalah ini clear dan anak istri saya tak terbebani,” ujar Luhut.

Luhut bilang, dia sudah menawarkan diri untuk dipanggil MKD hari ini, Kamis (10/12/2015), tapi tawaran itu tidak direspon MKD.

Baca Juga:  Ingin Terapkan Collaboration Government, Bobby Nasution Minta Masukan dari Guru Besar USU

Padahal, Luhut siap blak-balakan menjelaskan soal perpanjangan kontrak karya PT Freeport, yang menurut Luhut kajian yang diberikan pemerintah kepada Presiden Jokowi memutuskan tidak diperpanjang. Pembicaraan perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan 2019.

BACA JUGA
Setya Novanto Membantah, Jokowi Marah dan Siap Lapor Polisi

Karena itu, bila MKD tak merasa memerlukan keterangannya, purnawirawan jenderal berjanji akan membersihkan namanya. Caranya, dia akan menggelar jumpa pers sendiri.

“Lusa (Jumat) saya membuat konferensi pers jika saya tak dipanggil. Saya ingin masalah ini clear dan anak istri saya tak terbebani,” tegas Luhut.

Terkait tantangan Luhut, MKD menilai tidak urgen untuk memanggil saksi lain di luar Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha minyak Riza Chalid, serta pengadu Menteri ESDM Sudirman Said.

Baca Juga:  Mualem Bantu Ruslan M Daud Nyalon Bupati Bireuen Melaui Partai Aceh

“Enggak bisa gitu. Kita juga mempelajari hasil orang-orang yang sudah kita minta keterangan. Apakah perlu atau tidak Pak Luhut dipanggil. Kalau enggak perlu ngapain ngabisin waktu,” kata Bakri, Kamis (10/12/2015).

“Masih banyak yang perlu kita pikirkan yan lain,” imbuh Bakri.

BACA JUGA
Sekilas Tentang Martabe, Tambang Emas Kelas Dunia di Tapsel

Sebagaimana diketahui, Luhut disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman perbincangan antara Setya Novanto, Riza Chalid, dan Maroef Sjamsoeddin.

Rekaman dan transkrip rekaman dijadikan barang bukti oleh Menteri ESDM Sudirman Said yang melaporkan Setya kepada MKD. Setya duga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam perbincangan itu. [ded|bbs]

Terkait


Berita Terbaru