Home / POLITIK / Golput di Medan Capai 80 Persen, KPU Bilang Korupsi Gatot Biang Keroknya

Golput di Medan Capai 80 Persen, KPU Bilang Korupsi Gatot Biang Keroknya


MEDAN, EDISIMEDAN| Rendahnya partisipasi masyarakat Medan menyalurkan suaranya di Pilkada Serentak 9 Desember kemarin, masih menjadi perbincangan hangat. Bagaimana tidak, tingkat Golput di Medan diperkirakan mencapai 80 persen.

Ini merupakan angka tertinggil Golput dalam sejarah pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Medan. Jika dibandingkan Pilkada Medan 2005, Golput hanya 50 persen. Pilkada Medan 2010, Golput 65 persen.

Artinya  partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2015, hanya diikuti 20 persen dari jumlah warga yang terdaftar dalam DPT mencapai 1,9 juta orang.

Ketua KPU Medan, Yenni Chairiyah Rambe mengakui di sejumlah TPS di Kota sepi pemilih.

“Dari hasil pemantauan kami, memang sangat sepi pemilih yang datang ke TPS (tempat pemungutan suara),” kata Yenni Chairiyah Rambe.

Baca Juga:  Masika ICMI ORWIL SUMUT: ASN dan Penegak Hukum Harus Netral

Dia mencontohkan sebuah TPS dengan 700 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Warga yang menyalurkan hak pilihnya kurang 200 orang. “Jika dipersenntasekan hanya sekitar 15 hingga 20 persen,” ujar Yenni.

Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa dalam Pilkada Serentak di Medan minim sekali partipasi publik.

Alasan pertama menurut Yenni, lantaran figur calon wali kota dan wakil walikota Medan yang hanya diikuti dua calon, yaitu pasangan petahana Dzulmi Eldin dan Ahyar Nasution dengan nomor urut 1 dan pasangan Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma dengan nomor urut 2.

BACA JUGA
Duh, di TPS Dzulmi Eldin Golput Menang Mutlak
Di TPS Plt Gubsu, Dzulmi Eldin Raih 71 Suara, Ramadhan Pohan 17 Suara
Partisipasi Rendah, KPU Medan Salahkan Pejabat Sumut yang Korup

Baca Juga:  Ijeck Kunjungi Korban Kebakaran di Jalan Medan Area Selatan

Pemicu lain rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada Medan, lantaran fenomena kasus korupsi yang melibatkan para politisi usai dilantik menjadi pejabat.

Pasalnya, dua kepala daerah yang terpilih pada dua periode sebelumnya, ujung-ujungnya jadi koruptor.

“Selain itu, dari hasil wawancara kita, banyaknya kasus korupsi yang menyeret Gubernur (Gatot Pujo Nugroho) dan sejumlah anggota Dewan menjadi pendorong masyarakat,” katanya.

Menurut Yenni, KPU Medan sudah berupaya maksimal dalam mesosialiasikan Pilkada di Medan. Sebab itu, dia menolak KPU dipersalahkan tingginya Golput di Medan.

BACA JUGA
Eldin-Akhyar Dipilih 345.563 Warga Medan
Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma Peroleh 136,478 Suara

Baca Juga:  Pesan Megawati untuk Masyarakat Sumut: "Tolonglah Terima Pak Djarot"

Komisioner KPU Medan lainnya, Pandapotan Tamba berpendapat serupa.  “Sosialisasi sudah maksimal kok. Dasar masyarakatnya saja yang apatis. Mereka tidak mau tahu,” ujar Tamba.

Meski tingkat golput begitu tinggi, lanjut Tamba, hasil pilkada ini tetap akan sah dan tidak akan ada pemilihan ulang. “Tetap sah. Tetap legal. Pemilu kali ini paling aman, paling jujur, paling adil. Hanya golputnya aja yang tinggi,” katanya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru