Home / POLITIK / Isu Money Politik Hantam Syahrial, Walikota Termuda dari Tanjungbalai

Isu Money Politik Hantam Syahrial, Walikota Termuda dari Tanjungbalai


TANJUNGBALAI, EDISIMEDAN| Isu money politik menghantam kemenangan mutlak Muhammad Syahrial dalam Pilkada Serentak Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai, Sumatera Utara yang digelar pada 9 Desember 2015 lalu.

Ratusan massa berdemonstrasi ke kantor KPU Kota Tanjungbalai saat KPU setempat melakukan hitung cepat usai pencoblosan. Mereka menuduh pasangan urut 4, Syahrial-Ismail melakukan politik uang untuk meraih kemenangan, dengan membeli suara rakyat.

Menurut pengunjuk rasa Fajrin Fane, praktik money politik yang dilakukan tim pemenang calon walikota termuda di Indonesia itu secara sitematis, terstruktur dan masif dengan memobilisasi massa menggunakan formulir C6.

“Formulir C6 milik masyarakat diberi tanda lalu dibeli dengan nominal Rp100.000 per orang. Formulir C6 yang bertanda tersebut telah dipersoalkan saksi pasangan calon lain ketika proses pemungutan suara sedang berlangsung. namun tidak digubris oleh petugas KPPS,” katanya seperti dilansir AntaraSumut.

Baca Juga:  Kata Djarot Soal Kemungkinan Menang dan Kalah di Pilgub Sumut

Warga lainnya, Andrian Sulin mengatakan, persolan itu telah dilaporkan secara tertulis kepada Panwaslih setempat tiga hari sebelum pemungutan suara.

Mereka menuntut agar KPU, Panwaslih dan Sentra Gakkumdu menindak lanjuti dugaan kecurangan pemungutan suara dan menolak kenangan pasangan Syharial-Ismail.

Yah, M Syahrial masih berusia 27 tahun. Di Pilkada Serentak 9 Desember kemarin,  merupakan calon termuda. Ia merupakan mantan Ketua DPRD Kota Tanjungbalai yang mundur menjelang pencalonannya.

BACA JUGA
Mengenal M Syahrial, Walikota Termuda di Indonesia dari Tanjungbalai

Berdasarkan data yang dikutip dari situs kpu.go.id, Kamis (10/12/2015) sore, pasangan nomor urut 4 itu, memperoleh 35.018 suara atau 47,34 persen dari 73.907 suara sah.

Baca Juga:  Terlanjur Cinta; Emma Gunawan, Sales Director Manulife Medan

Rekapitulasi data C1 Pilkada Kota Tanjungbalai yang diunggah di situs pilkada2015.pilkada.go.id sudah mencapai 99,72 persen atau 354 dari 355 TPS. Tinggal satu TPS yang belum masuk.

Pasangan M Syahrial-Ismail jauh mengungguli tiga pasangan lain, yakni pasangan nomor urut 2, Rolel Harahap-Romay Noor yang memperoleh 15.385 suara atau 20,80 persen, pasangan nomor urut 1 Milvan Hadi-Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali yang mendapat 13.476 suara atau 18,22 persen. Sedangkan nomor urut 3 Hamlet Sinambela-Surya Darma AR yang memperoleh 10.091 suara atau 13,64 persen.

Ketua KPU Tanjungbalai Amrizal meminta pihak yang keberatan atas hasil pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Tanjungbalai, untuk menempuh jalur hukum.

Baca Juga:  Djarot-Sihar Akan Terapkan Konsep Kartu Jakarta Pintar di Sumut

“Setelah kami (KPU) menetapkan hasil Pilkada, tiga hari setelahnya pihak-pihak yang merasa keberatan bisa melakukan gugutan ke Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Syahrial didampingi Ismail menegaskan bahwa kemenangan pihaknya murni atas dukungan masyarakat.

“Kenangan kami adalah kehendak rakyat, jika ada yang keberatan silakan menempuh jalur hukum,” katanya.¬†[ded|antara]

[BACA JUGA: Tim Pas Serasi Bantah Lakukan Money Politik di Tanjungbalai]

Terkait


Berita Terbaru